Pemotongan Hewan Kurban di Tengah Pandemi C19

Pemotongan Hewan Kurban di Tengah Pandemi, mungkinkah? hari-hari ini kita melihat, mendengar dan menyaksikan serangan Pandemi Covid19 belum berakhir, bahkan terjadi lonjakan kasus yang sangat signifikan, rumah sakit di mana-mana penuh, tenaga kesehatan mulai kewalahan, sementara pasien terus bertambah.

Pemerintah bersama semua komponen masyarakat mulai dari Pengelola Yayasan, Ormas, LSM sampai RT dan RW bahu membahu menekan laju pernyebaran Covid19, tetapi sepertinya serangan ini sangat kuat untuk bisa segera di hentikan, protokol kesehatan semaksimal mungkin di jalankan, meski tetap saja ada yang abai.

Di Purwakarta saat ini, Pemerintah akan mulai memberlakukan penyekatan kembali, sperti yang sudah pernah dilakukan sebelumnya, menyusul di tutupnya tempat wisata dan hiburan di Purwakarta.

Di depan kita setidaknya ada 2 tantangan yang harus kita hadapi, satu momen idul adha dan kedua momen Pilkades serentak se Kabupaten Purwakarta.

Memotong Hewan Kurban adalah syariat agama, bagi umat Islam, sebuah bentuk ketaatan dan penghambaan pada Yang Maha Kuasa, bagian dari Ibadah yang tak mungkin di tinggalkan. Apakah kita akan meninggalkan ibadah memotong hewan kurban, dan membagi-bagikan daging nya karena takut tertular virus corona?

Idul Adha dan Memotong Hewan Kurban

Tidak bisa di pungkiri saat melaksanakan shalat ied dan dilanjutkan memotong hewan kurban serta membagikan dagingnya, ada potensi kerumunan masa, ada potensi penyebaran virus. Sama seperti juga kerumunan masa yang terjadi di pasar dan di tempat kerja.

Syariat tetap harus di tegakkan. Tinggal teknis bagaimana kita mengelola kegiatan agar tetap terjaga protokol kesehatan, saya kira disini point nya. Allah SWT memberi kita potensi kecerdasan untuk mencari jalan keluar agar ibadah dapat tetap terlaksana dengan baik, bukan mencari alasan untuk meninggalkan syariat.

Pemotongan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

Pemotongan Hewan kurban dapat tetap dilakukan dengan menerapkan standar kesehatan serta kesadaran dan disiplin yang tinggi dari panitia penyelengara pemotongan hewan kurban.

Pastikan Hewan kurban yang akan disembelih adalah hewan kurban yang telah memenuhi syarat sebagai hewan kurban dan sehat (memenuhi standar kesehatan dari instansi terkait).

Pastikan panitia pemotongan hewan kurban dalam keadaan sehat, lakukan pemeriksaan genose, rapid antigen atau PCR sebelum ke lokasi pemotongan. Begitu juga dengan yang akan menyaksikan hewan kurban nya di potong.

Panitia dan semua yang berada dilokasi pemotongan menggunakan APD (Alat Pengaman Diri) standar. Minimal memakai masker medis, sarung tangan, bersepatu, memakai topi dan memakai pakaian tertutup.

Di area lokasi disediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun dengan jumlah yang cukup, di letakkan di titik titik strategis. Lokasi pemotongan dekat dengan jamban (kamar mandi) dan sumber air bersih.

Terapkan manajemen pengelolaan tempat dan personil yang baik di lokasi pemotongan, bagi personil menjadi group group terpisah. Group pemotongan tersendiri, group pencacahan tersendiri, group penimbangan tersendiri, group packaging tersendiri, atur jarak agar tidak terlalu rapat, setiap group ada supervisor yang mengawasi dan menjaga semua berjalan sesuai protokol.

Daging yang sudah di packaging langsung di bagikan oleh petugas khusus ke rumah-rumah penerima, sehingga tidak terjadi penumpukan dan antrian di area lokasi pemotongan hewan kurban.

Dengan demikian mudah-mudahan Idul Kuban dan pemotongan hewan kurban di tengah pandemi Covid19 dapat berjalan dengan baik dan aman, InsyaAllah.

[ patriapurwakarta.com ]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *