Hari Kelahiran dan Eksistensi Keberadaan Kita

Hari Kelahiran, Photo by Angel Videv on Unsplash

Setiap hari selalu saja ada  yang memperingati hari kelahiran atau hari ulang tahun, baik kelahiran sebagai pribadi, sebagai komunitas, sebagai organisasi maupun sebagai bangsa.

Hal yang paling penting dalam memperingari hari kelahiran adalah berupaya membangkitkan rasa syukur kepada Allah SWT.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS Ibrahim:7)

Oleh karena itu untuk memantapkan rasa syukur kita, kita harus mampu memahami makna kelahiran kita.

Kita harus senantiasa mengingat makna Hari Kelahiran ini setidaknya pada 3 hal berikut ini :

  1. Kita lahir dengan membawa misi penyebar kasih sayang
  2. Kita lahir dengan kehormatan dan kita lahir untuk meraih kejayaan
  3. Kita lahir untuk memikul tanggung tanggung-jawab dan mengemban amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya sejauh mana amanah itu kita tunaikan.

Kita dilahirkan dengan membawa misi penyebar kasih sayang

Kita tidak akan lahir kedunia ini tanpa adanya mawadah warahmah, kita lahir karena adanya cinta dan kasih sayang dari ibu dan bapak kita. Kita lahir melalui kasih sayang kedua orang tua kita dan kelahiran kita disambut oleh kasih saying kerabat, saudara dan handai taulan kita.

Oleh Karenanya kita lahir untuk membawa misi rahmatan lilalamin, kita lahir untuk menebar kasih sayang kepada ummat manusia.

Kita dilahirkan dengan kehormatan dan kita lahir untuk meraih kejayaan

Selain dilahirkan dengan penuh cinta dan kasih saying kitapun lahir dengan kehormatan dan kemuliaan.

“Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, kami angkat mereka di daratan dan di lautan, kami beri beri mereka rizki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan. (QS Al-Isra:70)

Kita dilahirkan untuk memikul tanggung tanggung-jawab dan mengemban amanah

Setelah kita di beri Allah karunia dengan kehormatan dan kemuliaan tidak  boleh kita menempatkan diri kita dalam posisi yang lemah dan hina. Kita lahir dengan mengemban amanah dan memikul tanggung-jawab, kita lahir dengan membawa misi ibadah dan tugas kepemimpinan di dunia ini.

“Dan tidak aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku (QS AdzDzariyat:56)

“Ingatlah Ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat : “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata :”Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman:”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahu”

(QS Al Baqarah:30)

“Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan merea khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh.”

(QS Al Ahzab:72)

Kita tidak bisa mengkhianati amanah yang kita emban dan tanggung jawab yang kita pikul tersebut.

Hari Kelahiran dan eksistensi Keberadaan Kita, di sarikan dari nasehat KH Hilmi Aminudin oleh Patriapurwakarta.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *