4 Cara Masuk Surga Dengan Selamat

Masuk Surga Dengan Selamat menurut petunjuk Rasulullah SAW
Masuk Surga Dengan Selamat

Siapapun anak cucu Adam di muka bumi ini pasti menginginkan kehidupan yang bahagia, ingin akhir hidupnya pun bahagia masuk surga yang penuh dengan keindahan dan kenikmatan. Tetapi bagaimana caranya supaya bisa masuk surga dengan selamat

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan ada 4 cara bagi kita untuk bisa masuk surga dengan selamat,  Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan wahai manusia sebarkanlah salam berilah makan orang lain kuatkanlah tali kekerabatan atau tali silaturahmi dan kerjakanlah shalat saat orang-orang masih tertidur di malam hari niscaya kalian akan masuk surga dengan damai.

Dari ‘Abdullah bin Salâm, ia berkata: “Ketika Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, orang-orang segera pergi menuju beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ada yang mengatakan: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam  telah datang, lalu aku mendatanginya ditengah kerumunan banyak orang untuk melihatnya. Ketika aku melihat wajah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , aku mengetahui bahwa wajahnya bukanlah wajah pembohong. Dan yang pertama kali beliau ucapkan adalah, ‘Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikan makan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk Surga dengan sejahtera.” 

Hadits ini diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 2485); ad-Dârimi (I/340); Ibnu Mâjah (no. 1334 dan 3251); al-Hâkim (III/13), Ahmad (V/451);  Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (VIII/388, no. 25777 dan 26133) dan (XIII/30, no. 36858); ad-Dhiyâ’ dalam al-Mukhtârah (IX/431, no. 400); Abd bin Humaid dalam al-Muntakhab (no. 495)

Dari penjelasan itu kita simpulkan ada empat hal yang kalau kita lakukan bisa membawa atau memudahkan kita membuka jalan untuk bisa masuk surga dengan damai, aman dan selamat.

Sebarkanlah Salam

Tentu yang dimaksud salam di sini adalah salam penuh perdamaian, salam yang penuh keindahan, salam yang penuh dengan rahmat dan kasih sayang dari sisi Allah yang maha pemurah assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam ini adalah tanda paling kuat bahwa kita sebagai umat Islam adalah umat yang cinta perdamaian. Bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Umat Islam adalah orang-orang yang menebarkan rahmat dan kasih sayang dimanapun kapanpun pada situasi bagaimanapun.

Mereka bukan orang-orang yang menebar teror, ketakutan dan kedzholiman.  salam ini adalah tanda yang jelas bahwa kehadiran Islam, kehadiran umat Islam adalah untuk menjamin terciptanya kedamaian, keadilan dan kesejahteraan serta rahmat bagi semesta alam.

Dari sinilah kita bisa melihat bahwa tidak mungkin umat Islam dengan pemahaman Islam yang benar melakukan tindakan kekerasan untuk mencapai tujuan, melakukan anarkisme dan terorisme atas nama agama, hal itu sangat  tidak mungkin dan jauh dari nilai-nilai Islam, jauh dari nilai-nilai rahmatan lil alamin. Sikap Inilah yang harus kita tunjukkan sebagai umat Islam yaitu senantiasa menyebarkan salam perdamaian.

Bahkan Islam juga mengajarkan kepada kita untuk saling berkenalan, untuk saling menjalin persaudaraan, di jadikannya  manusia ini ber suku-suku, berbangsa-bangsa,  berbeda-beda tidak lain adalah untuk saling bekerja sama, untuk saling membantu satu sama lain bukan saling bertikai, berpecah belah dan berperang.

Memberi Makan Orang Lain

Yang pertama tadi Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita untuk menyebarkan salam yang kedua adalah memberi makan.  ini adalah tanda paling kuat bahwa Islam adalah agama yang sangat memperhatikan keadilan sosial bagi seluruh umat manusia.

Kita sebagai umat Islam tidak boleh membiarkan ada orang lain yang mati kelaparan. Bahkan dalam satu riwayat disebutkan tidak akan selamat kita,  kalau kita hidup mewah dan  makan kenyang sementara tetangga kita kelaparan,  ini adalah tanda bahwa umat Islam adalah orang-orang yang sangat peduli, punya rasa kasih sayang yang tinggi kepada sesama.

Berilah makan kepada orang-orang miskin, kepada orang-orang yang membutuhkan. Bahkan di dalam harta kita ada bagian orang lain, ada hak orang lain yang tidak boleh kita tahan. 

Itulah sebabnya ketika harta kita sudah mencapai ukuran nisab harus dikeluarkan zakatnya ketika harta kita juga berlebih kita dianjurkan untuk banyak berinfak banyak bersedekah untuk membantu meringankan orang-orang yang miskin, orang-orang yang lemah, orang-orang yang butuh bantuan.

Dengan demikian terciptalah satu persaudaraan yang kuat, orang kaya membantu orang miskin yang kuat membantu yang lemah. inilah keadilan sosial yang diciptakan oleh Islam yang rahmatan lil alamin

Menjaga Silaturahim

Yang ketiga adalah menjaga tali silaturahim, menjaga kekerabatan, menjaga persaudaraan. 

Ini adalah tanda yang paling kuat bahwa Islam adalah agama yang sangat memperhatikan persatuan dan menolak perpecahan, bahwa umat manusia  bersaudara dengan ikatan kemanusiaan, bahwa umat muslim inipun bersaudara dengan ikatan ukhuwah dengan ikatan aqidah. 

Setiap muslim itu bersaudara yang satu adalah penolong bagi yang lain jika yang satu kesulitan maka yang lain juga ikut merasakan, ikatan ukhuwah atau  ikatan persaudaraan ini harus dijaga dan dikuatkan, tidak boleh hanya karena perbedaan-perbedaan kecil, hanya karena hal-hal sepele kita saling menjauh itu bukan solusi.

Kita harus keluar dari perbedaan-perbedaan menuju persamaan-persamaan yang ada sehingga ikatan di antara umat Islam ini menjadi ikatan yang sangat kuat dan tidak mudah untuk dipecah belah

Jadi, tiga hal ini menebarkan salam, memberi makan dan menjaga tali silaturahmi kalau kita lakukan secara konsisten maka akan terwujudlah suatu  komunitas masyarakat yang hidup dalam suasana penuh kedamaian, ketentraman dan rasa cinta. 

Satu kehidupan bermasyarakat yang luar biasa dan ini pernah terjadi di masa lalu, di zaman rasul dan para sahabat. Tentu kita berharap suatu hari nanti komunitas seperti ini pun akan hadir kembali dan itu pasti akan terjadi, hari ini kita sedang berusaha, kita sedang berjuang sekuat tenaga untuk mewujudkan agar nilai-nilai Islam ini terinternalisasi dalam diri kita, pada keluarga kita kemudian berdampak pada masyarakat kita dan apda akhirnya  Islam ini mewujud dalam kehidupan sosial kita.

Shalat Malam

Yang keempat shalatlah di waktu malam ketika orang-orang masih pada tidur.

Ini adalah tanda bahwa selain aktivitas sosial menebarkan salam, memberi makann menjalin tali silaturahmi maka yang paling penting juga bagi kita adalah menguatkan hubungan kita dengan Allah subhanahu wa ta’ala, bermunajat kepada Allah subhanahu wa ta’ala di malam hari yang sunyi.

Ketika orang-orang masih tertidur kita bangun, menjauhkan lambung dari tempat tidur mengadu kepada Allah subhanahu wa ta’ala memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala pemilik alam semesta.

Dengan demikian kita menjadi orang-orang yang bukan hanya aktif bergerak di siang hari menunaikan berbagai amanah dan kewajiban kita sebagai pemimpin dimuka bumi tetapi kita juga menjadi orang-orang yang sangat dekat dengan pencipta kita.

Kita tidak menangis ketika dizalimi orang tetapi kita menangis mengadu berharap agar Allah mengampuni dosa-dosa kita agar Allah menerima semua amal ibadah kita agar Allah menerima semua kebaikan kebaikan yang kita lakukan, diridhoi dan dihitung sebagai pahala kebaikan disis-Nya.

Dengan demikian kita berharap Allah menerima semua amal perbuatan kita, Allah mencintai apa yang kita lakukan, Allah mencintai diri kita dan Allah meridhoi semua yang kita lakukan maka dengan demikian kita berharap Allah memasukkan kita kedalam surganya bersama para Nabi dan orang-orang Saleh.

[ patriapurwakarta.com ]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *