Wanita Wanita Pengukir Sejarah

Wanita Pengukir SejarahSejarah Islam dipenuhi dengan peristiwa besar dan berpengaruh terhadap peradaban manusia, peristiwa peristiwa besar itu di hiasi oleh para wanita pengukir sejarah. keberadaan manusia hari ini sebagian nya adalah buah dari karya besar para wanita pengukir sejarah di masa lalu.

Para pengukir sejarah di masa lalu telah mewariskan pelajaran berharga bagi generasi hari ini, sepantasnya lah perjalanan mereka dikenang, diingat, dipelajari, dan di teladani.

“Barang siapa yang tidak berterimakasih kepada manusia, berarti tidak bersyukur kepada Allah.” (HR Ahmad dan Tirmidzi).

Di antara orang-orang besar, para pengukir sejarah itu adalah wanita-wanita Islam, Para muslimah tersebut bahu membahu, berkontribusi  dan turut berjuang bersama kaum lelaki dalam membangun peradaban, menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi generasi berikutnya.

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

QS Yusuf: 111

Di antara orang-orang besar, para pengukir sejarah itu adalah wanita-wanita Islam, Para muslimah tersebut bahu membahu, berkontribusi  dan turut berjuang bersama kaum lelaki dalam membangun peradaban, menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi generasi berikutnya.

 

Berikut beberapa profil singkat wanita pengukir sejarah Islam

 

Ummahat Al Mukminin, Khadijah

Nama lengkapnya Khadijah binti Khuwailid bin As’ad bin Abd Al Uzza’. Ia dilahirkan di Makkah tahun 68 sebelum hijrah. Ia adalah wanita yang sukses dalam perniagaan, seorang saudagar wanita terhormat dan kaya raya.

Pada masa jahiliyah ia dipanggil Ath Thaharoh (wanita suci) karena ia senantiasa menjaga kehormatan dan kesucian dirinya.  Orang-orang Quraisy menyebutnya sebagai pemimpin wanita Quraisy.

Rasulullah bersabda tentang Khadijah,

“Allah tidak menggantikan untukku wanita yang lebih baik darinya. la beriman kepadaku di saat orang lain ingkar kepadaku, ia mempercayaiku di saat orang lain mendustakanku, ia menolongku dengan hartanya di saat orang lain tidak ada yang menolongku, dan Allah telah mengaruniakan kepadaku putra (dari hasil perkawinan dengan) nya sedang wanita-wanita lain tidak.”

 

Keistimewaan Khadijah:

•      Ia adalah wanita yang pertama kali memeluk Islam. Ia beriman kepada Nabi disaat semua orang kafir padanya.

•      Ia adalah wanita pertama yang dijamin masuk surga bahkan ia mendapat khabar gembira dari Allah, b  ahwa Allah telah membangunkan bagi rumah di surga.

Abu Hurairah ra menyatakan bahwa Jibril datang kepada nabi saw seraya berkata, “Wahai Rasulullah, Khadijah sedang berjalan kemari. Ia membawa wadah yang berisis kuah, makanan atau minuman. Jika ia sampai kepadamu, maka katakanlah bahwa Tuhannya dan aku menyampaikan salam kepadanya. Dan sampaikanlah khabar gembira kepadanya bahwa ia mendapat sebuah rumah di dalam surga”. (Mutafaq ‘alaih)

•      Manusia pertama yang mendapat salam dari Allah yang disampaikan dari langit ke tujuh.

Anas ra meriwayatkan bahwa ketika Jibril datang kepada Rasulullah saw yang sedang berduaan dengan Khadijah ra, Jibril berkata, “Sesungguhnya Allah menyampaikan salam kepada Khadijah”. Khadijah membalas, “Sesungguhnya Allahlah As Salaam (Maha Pemberi Kesejahteraan). Sebaliknya kuucapkan salam kepada Kibril dan kepamu. Semoga Allah melimpahkan kesejahteraan, rahmat dan berkahNya kepadamu.” (HR An Nasa’i)

•      Wanita pertama yang layak dikatagorikan shiddiq diantara wanita mukmin lainnya.

•      Mengorbankan seluruh hartanya untuk kepentingan Nabi

•      Wanita yang memberikan keturunan bagi Nabi

•      Wanita yang matang dan cerdas, pandai menjaga kesucian, dan terpandang bahkan sejak masa jahiliyah dan di beri gelar Ath Thahiroh (wanita yang suci). Ia adalah orang yang terhormat, taat beragama dan sangat dermawan.

•      Seluruh hidupnya di berikan untuk mendukung dan membela dakwah Nabi.

•      Orang yang pertama shalat bersama Nabi saw

 

Saudah binti Zam’ah

Nama lengkapnya Saudah binti Zam’ah bin Qais. Ia masuk Islam bersama suaminya, Sakran bin Amr, di masa awal dakwah Islam.

 

la ikut berhijrah ke Habasyah (Ethiopia), Suaminya meninggal di Mekkah setelah ia pulang dari Habasyah bersama kaum muslimin, Ia berpostur tubuh tinggi dan kurus, la terkenal suka berkelakar, bercanda, dan humor, la adalah wanita yang suka berderma.

 

la merawikan 5 hadits dari Nabi. Di antaranya, ia berkata, “Ada seorang laki-laki yang datang menemui Nabi sembari berkata,”Ayahku telah lanjut usia dan ia sudah tidak mampu menunaikan haji.” Nabi bersabda, “Bukankah seandainya ayahmu punya utang, lalu kamu melunasinya, dan itu akan diterima? ” “Ya”, jawab laki-laki itu. “Allah Maha Pengasih, maka tunaikanlah haji atas nama ayahmu!” kata Nabi.

 

Ia adalah wanita pertama yang dinikahi Rasulullah setelah Khadijah ra meninggal. Ia menjadi satu-satunya istri Nabi saw selama tiga tahun sebelum nabi menikah dengan Aisyah ra.

 

Keistimewaan Saudah binti Zam’ah:

•      Termasuk wanita pertama yang memeluk Islam, ikut hijrah dua kali yakni ke Habasyah dan madinah Munawwarah.

•      Ia termasuk golongan pertama yang masuk Islam

•      Selalu berusaha sekuat tenaga menyenangkan hati Nabi dengan memberikan jatah hari gilirannya kepada Aisyah ra karena Saudah ra tahu bahwa wanita yang paling dicintai oleh Nabi saw diantara istri-istrinya adalah Aisyah ra.

•      Aisya berkata tentang Saudah, ”Aku tidak pernah menemukan seorang wanita yang lebih kusukai jika aku menjadi dirinya, selain Saudah binti Zam’ah. Seorang wanita yang kekuatan jiwanya luar biasa”.

•      Selalu mengejar kebaikan dan ketaan bahkan Aisyah cemburu dengan kesegeraan Saudah dalam kebaikan dan ketaatan.

•      Saudah ra. adalah seorang wanita yang dermawan dan murah hati. Ibnu Sirin menceritakan bahwa Umar bin Khaththab (setelah menjadi Khalifah, penj.) pernah memberi satu karung berisi uang dirham kepada Saudah ra. Ketika melihatnya, Saudah ra. bertanya, “Apa yang ada dalam karung ini?” Petugas Umar menjawab, “Uang dirham (perak).” Saudah ra. terkejut, “Karung ini berisi uang dirham, seperti kurma? Hai pelayan, ambilkan nampan!” Saat itu juga, Saudah ra. membagi-bagikan uang dirham tersebut kepada orang-orang yang memerlukannya.

•      Mendapat izin dari tujuh lapis langit

Suatu ketika, Saudah ra. pernah mengalami masalah yang cukup memberatkan hatinya. Oleh sebab itu, ia segera menemui Nabi saw. untuk mengadukan permasalahannya. Ternyata, Allah berkenan menurunkan wahyu dari tujuh lapis langit untuk menyelesaikan masalah yang dialaminya, dan berlaku untuk siapa pun yang mengalami masalah yang sama hingga hari kiamat.

Aisyah ra. menuturkan,

“Saudah binti Zam’ah ra. pernah keluar rumah malam hari. Umar melihatnya dan segera mengenalnya, maka ia berkata, ‘Demi Allah, engkau pasti Saudah. Kami mudah mengenalmu.’ Saudah merasa tidak enak hati, sehingga ia segera menjumpai Rasulullah saw. yang saat itu sedang makan malam di rumahku dan tangannya sedang memegang tulang yang nyaris habis dagingnya. Tidak lama kemudian, Allah menurunkan wahyu yang membenarkan tindakan Saudah. Rasulullah saw. berkata, Allah telah mengizinkan kalian keluar rumah selama ada keperluan.'” (Muttafaq ‘alaih)

 

Aisyah binti Abu Bakar

Nama lengkapnya Aisyah binti Abi Bakar bin Utsman, biasa dipanggil Ummu Abdillah, dan digelari Ash-Shiddiqah (wanita yang membenarkan). la juga masyhur dengan panggilan ummul mukminin, dan Al-Humaira’

la dilahirkan tahun ke-4 atau ke-5 setelah kenabian. la menceritakan, bahwa Nabi pernah mengatakan kepadanya,

“Aku bermimpi melihat kamu sebanyakdua kali. Malaikat datang kepadaku dengan membawa selembar kain sutra (fhoto) sambil berkata, “Inilah isterimu, maka bukalah penutup wajahnya!” Setelah kubuka, ternyata itu adalah kamu. Maka aku berkata, “Sekiranya perkara ini datangnya dari Allah, pasti ia terlaksana.”

(HR. Al-Bukhari)

Rasulullah menikahi Aisyah tahun 2 H, dan saat itu, ia masih berusia 9 tahun. Pada dasarnya, Rasulullah telah melangsungkan prosesi akad nikah dengannya tahun 3 sebelum hijrah, saat Aisyah masih berusia 6 tahun, Beliau memberinya mahar sebesar 400 dirham.

Keistimewaan Aisyah ra:

•      Aisyah adalah isteri yang paling dicintai oleh Rasulullah, dan yang paling banyak merawikan hadits dari Beliau. Ia merawikan 2210 hadits, 279 diantaranya terdapat di dalam Shahih Bukhori.

•      Ia adalah wanita yang paling luas ilmu dan pemahamannya diantara seluruh wanita umat ini. Ia termasuk wanita muslimah yang paling faqih dan paling mengerti tentang sastra dan agama.

•      Wanita yang dinyatakan kesuciaannya dalam Al Qur’an. Kecintaan Rasulullah kepada Aisyah pernah menimbulkan kecemburuan di hati sebagian orang. Mereka menuduh Aisyah berbuat zina, padahal ia adalah wanita yang senantiasa menjaga kesucian dan kehormatan dirinya.

•      Tentang Aisyah, Rasulullah pernah mengatakan, “Keutamaan Aisyah atas wanita-wanita yang lainnya adalah seperti keutamaan tsarid (makanan yang terdiri dari roti dan daging) atas makanan lainnya.” (HR. Al-Bukhari)

•      Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sakit, Beliau meminta izin kepada isteri-isterinya agar Beliau dirawat di rumah Aisyah.

•      Amr bin Ash pernah bertanya kepada Rasul, “Siapakah orang yang paling Anda cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah”. “Dari kalangan laki-laki?” tanya Amr. “Ayahnya, Abu Bakar”, jawab Beliau. “Kemudian siapa?” tanya Amr. “Umar bin Khaththab”, jawab Beliau.” (HR. Al-Bukhari)

•      Satu-satunya wanita yang dinikahi Rasulullah yang masih gadis

•      Aisyah adalah wanita terkemuka dengan segudang keistimewaan, terkemuka dalam kedermawanan, kezuhudan dan sifat-sifat yang mulia.

•      Jibril as. memberi salam kepadanya

Ibnu Syihab menyatakan bahwa Abu Usamah berkata,

“Sesungguhnya “Aisyah ra. pernah mengungkapkan bahwa pada suatu hari Rasulullah saw. berkata kepadanya, ‘Hai Aisyah, ini Jibril. la mengucapkan salam kepadamu.’ Aisyah membalas, ‘Wa ” alaihis Salaam wa Rahmatullah  wa Barakaatuh (semoga Jibril juga mendapat kesejahteraan, limpahan kasih sayang dan berkah dari Allah), Engkau (Rasulullah saw.) melihat sesuatu yang tidak dapat kulihat.” (Muttafaq’alaih)

•      Wahyu turun saat Nabi berselimut bersama Aisyah

”….Demi Allah sesungguhnya Alalh tidak pernah menurunkan wahyu ketika aku sedang dalam satu selimut dengan siapapun diantara kalian (istri-istri Nabi), selain Aisyah”. (HR Bukhori)

 

Hafshah binti Umar bin Khatthab

Nama lengkapnya Hafshah binti Umar bin Khaththab, Lahir di Mekkah tahun 18 sebelum hijrah.

Rasulullah melamar Hafshah kepada ayahnya Umar bin Khaththab, lalu Beliau menikahinya tahun 3 H.

Rasulullah pernah bermaksud menceraikan Hafshah, tapi Jibril mengatakan kepada Beliau, “Jangan kamu ceraikan dia, sesungguhnya dia adalah wanita yang gemar berpuasa dan menunaikan shalat (malam), dan sesungguhnya dia adalah isterimu di sorga.”

la merawikan 60 hadits dari Nabi, 10 di antaranya terdapat dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim.

 

Keistimewaan Hafshah:

•      Wanita yang dibela Jibril

Rasulullah pernah bermaksud menceraikan Hafshah, tapi Jibril mengatakan kepada Beliau, “Jangan kamu ceraikan dia, sesungguhnya dia adalah wanita yang gemar berpuasa dan menunaikan shalat malam), dan sesungguhnya dia adalah isterimu di sorga.”

•      Ia adalah salah satu wanita yang paling fasih diantara wanita-wanita Quraisy.

•      Hafshah ra. memiliki kedudukan yang sangat tinggi di hati Nabi saw., bahkan termasuk salah seorang istri beliau yang istimewa di antara istri-istri beliau lainnya. ‘Aisyah ra. pernah mengakui hal ini. la berkata, “Hafshah adalah termasuk salah seorang istri Nabi saw. yang nyaris setara denganku

•      Hafshah ra., dikenal memiliki kapasitas keilmuan, pemahaman dan ketakwaan yang sangat luas. Ketika ayahnya diangkat nenjadi Khalifah, tidak jarang Umar bertanya kepadanya tentang bagai hukum agama.

•      Hafshah ra., telah mengemban amanah penjagaan Al-Qur’an, karena Abu Bakar ra. menunjuknya untuk menjaga lembaran-lembaran tulisan Al-Qur’an setelah berhasil dihimpun oleh Zaid bin Tsabit ra. Lembaran-lembaran Al-Qur’an itu tetap berada di tangannya hingga masa pemerintahan Utsman bin ‘Affan ketika ia memutuskan menghimpun Al-Qur’an dalam satu mushaf.

 

Zainab binti Khuzaimah

Nama lengkapnya Zainab binti Khuzaimah bin Harits. la digelari dengan Ummul Masakin (ibu orang-orang miskin). la termasuk orang yang mula-mula masuk Islam.

Sebelum menikah dengan Rasulullah, ia menikah dengan Ubaidah bin Harits bin Abdul Muthalib, Suaminya, Ubaidah bin Harits, gugur sebagai syahid dalam perang Badar tahun 2 H. Setelah suaminya gugur dalam perang Badar, Rasulullah menikahinya tahun 3 H.

Keistimewaan Zainab binti Khuzaimah

•      Rumahnya adalah tempat berkumpulnya para fakir miskin, sehingga ia digelari dengan Ummul Masakin (ibu orang-orang miskin). la meninggal tahun 4 H dalam usia 30 tahun. Rasulullah menyembahyangi jenazahnya dan menguburkannya di Baqi’.

•      Zainab menghabiskan seluruh waktunya untuk beribadah dan menyantuni orang miskin

 

Ummu Salamah

Nama lengkapnya Hindun binti Hudzaifah bin Mughirah Al-Qursyiyah Al-Makhzumiyah, biasa dipanggil Ummu Salamah.

la dilahirkan tahun 28 sebelum hijrah. la termasuk orang yang mula-mula masuk Islam.

Ia bersama suaminya, Abu Salamah, ikut berhijrah ke Habasyah. Di Habasyah, ia dikaruniai seorang anak, Salamah. Sepulang dari Habasyah, ia hijrah ke Madinah.

Di madinah, ia dikarunia 3 orang anak, yaitu Umar, Ruqayyah, dan Zainab. la adalah wanita pertama yang berhijrah ke Madinah

 

Keistimewaan Ummu Salamah

•      Wanita yang ikut hijrah ke Habasyah dan pertama hijrah ke Madinah.

•      Wanita yang sabar dan tabah

Ketika Ummu Salamah, Abu Salamah dan putra mereka Salamah hendak berhijrah, mereka dihalang-halangi oleh Bani Mughiroh. Hingga akhirnya Ummu salamah terpisah dari suami dan anaknya. Tetapi Ummu Salamah tetap tabah mendapatkan cobaan ini.

•      Wanita yang cerdas dan bijaksana

Setelah selesai menandatangani perjanjian damai dengan kaum musyrik, Rasulullah saw. berkata kepada para sahabatnya, ‘Bersiap-siaplah, sembelihlah hewan-hewan kurban kalian dan cukurlah rambut kalian.’ Demi Allah, saat itu tidak ada satu pun dari para sahabat yang berdiri dan melaksanakan perintah beliau, padahal beliau mengulangi perintahnya sebanyak tiga kali. Ketika melihat gejala seperti itu, Rasulullah saw. masuk kemah dan menemui Ummu Salamah, lalu menceritakan kejadian tersebut kepadanya.

Ummu Salamah berkata, ‘Wahai Nabi Allah, apakah engkau ingin sahabat-sahabatmu mengerjakan perintahmu? Keluarlah, dan jangan berbicara dengan siapa pun sebelum engkau menyembelih hewan kurbanmu dan memanggil pencukur untuk mencukur rambutmu.’

•      Wanita yang sangat penyayang

Ia lah yang menyampaikan berita kepada Abu Lubabah bahwa Allah menerima taubatnya. Ummu salamah juga pernah menjadi penyebab kesediaan Nabi untuk memaafkan anak pamannya.

•      Ummu Salamah dianggap sebagai ulama pada generasi sahabat. Ulama besar sekaliber Ibnu Abbas tidak jarag mengutus orang untuk menanyakan beberapa masalah hukum kepadanya.

 

Zainab binti Jahsyin

Nama lengkapnya Zainab binti Jahsyin bin Ri’ab Al-Asadiyah. la adalah putri bibi Nabi, Umaimah binti Abdul Muthalib. la berparas cantik.

Zainab termasuk orang yang mula-mula masuk Islam. Rasulullah menikahkannya dengan Zaid bin Haritsah. Tetapi kemudian bercerai dengan Zaid.

Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidakada kebemtan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isteri-isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.” (Al-Ahzab: 37).

la merawikan 11 hadits dari Nabi. Ketika Zainab ra meninggal dunia, Aisyah menangisi kepergian Zainab dan berkata,

la menandingiku dari isteri-isteri Nabi dalam meraih kedudukan di sisi Rasulullah, dan aku belum pernah melihat wanita yang lebih baik dari dia dalam menjalankan ajaran agama. Aku juga belum pernah melihat wanita yang paling mensucikan diri dari dia, paling bertakwa kepada Allah, paling benar tutur katanya, paling senang menyambung tali silaturrahmi, dan paling banyak sedekahnya.”

 

Keistimewaan Zainab binti Jahsyin

•      Rasulullah mensifatinya dengan Al-Aivwahah (wanita yang khusyu’ dalam beribadah).

•      Zainab ra adalah pekerja keras, ia bekerja dengan tangannya sendiri menyamak dan menjahit kulit lalu menjualnya di pasar. Dari hasil kerja ini ini ia rajin bershadaqoh. Sehingga Rasulullah menjulukinya sebagai orang yang paling panjang tangannya.

Rasulullah pernah berkata, “Yang paling cepat menyusulku diantara kalian ialah yang paling panjang tangannya.” Dan ternyata yang dimaksud oleh Beliau di dalam hadits di atas adalah Zainab, karena ia bekerja dengan tangannya sendiri, membuat manik-manik, menyamak, dan berdagang kemudian disedekahkan.

•      Istri nabi saw yang paling pertama kali meninggal setelah beliau wafat.

•      Taat beragama dan paling bertaqwa (ia adalah wanita yang sangat rajin puasa, shalat malam dan selau berinteraksi dengan Allah)

•      Wanita yang paling mensucikan diri

•      Tutur katanya benar

•      Paling senang menyambung silaturahim

•      Paling banyak sedekahnya

•      Zainab dinikahkan oleh Allah dengan Nabi saw

Zainab selalu berbangga atas istri-istri Nabi saw lainnya. Ia berkata,’Kalian dinikahkan oleh wali-wali kalian, sedangkan aku dinikahkan oleh Allah dari tujuh lapis langit.’” (HR Bukhori dan Tirmidzi).

•      Ia adalah wanita yang sangat zuhud bahkan ketika Umar bin Khattab memberikan tunjangan kepadanya, maka uang itu disedekahkan seluruhnya hingga tak bersisa.

 

Juwairiyah binti Harits

Nama lengkapnya Juwairiyah binti Harits bin Abi Dhirar Al-Khaza’iyah. Ia adalah putri dari kepala suku bani Mushthaliq.

Ketika Rasulullah saw hijrah ke madinah, salah satu prilar yang dibangun oleh Rasulullah saw adalah membangun hubungan termasuk dengan umat non muslim. Rasulullah menetapkan prinsip toleransi dan amnesti. Cahaya Islam ketika itu telah menerangi seluruh pelosok, akan tetapi bani Mushthaliq tetap jahiliyah.

Bani Mushthaliq bersama suku-suku Arab bersekongkon untuk menyerang kaum muslimin. Kedua pasukan akhirnya berperang. Rasulullah memerintahkan untuk terus menyerbu hingga pasukan musuh kocar-kacir.

Juwairiyah termasuk salah satu tawanan perang. Kemudian Juwairiyah mengajukan mukaatabah (pengajuan pembebasan diri agar menjadi merdeka).

Rasulullah menawarkan untuk menikahi Juwairiyah dan  akhirnya Juwairiyah menikah dengan Rasulullah saw. Dengar pernikahan tersebut Juwairiyah berhasil memerdekakan 100 keluarga dari suku bani Mushthaliq. Dengan demikian ia adalah wanita yang banyak memberikan keberkahan kepada kaumnya.

Ia pernah menunaikan umrah dan haji bersama Rasulullah. la juga menghafal, memahami, dan merawikan hadits dari Rasulullah. la merawikan 7 hadits dari Nabi yang terdapat di dalam Kiitub As-Sittah (enam buku hadits).

Di antara hadits yang dirawikannya dari Nabi, bahwa Nabi pernah keluar dari rumahnya pada waktu dini hari ketika Beliau hendak menunaikan shalat subuh, dan dia juga saat itu sudah berada di tempat sujudnya (tempat shalat).

Kemudian Beliau pulang pada waktu dhuha dan Juwairiyah masih tetap berada di tempat sujudnya. Lalu Beliau mengatakan, “Kamu masih seperti keadaanpada saat aku (tadi) meninggalkanmu?” ” Ya”, jawabnya.

Nabi bersabda,

“Sungguh aku telah mengucapkan empat kalimat sebanyak tiga kali yang jika ditimbang, niscaya akan lebih berat timbangannya dari apa yang telah kamu ucapkan. Empat kalimat itu adalah, Maha suci Allah dan segala puji miliknya, sebanyak makhluk-Nya, sebanyak yang diridhai-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan sebanyak bilangan kalimat-kalimat-Nya.” (HR. Muslim)

 

Shafiyah binti Huyay

Nama lengkapnya Shafiyah binti Huyai bin Akhthab. la adalah putri pemimpin Yahudi Bani Quraizhah, Huyai bin Akhthab. Ayah Shafiyah adalah pemimpin terbesar kaum Yahudi.

la termasuk salah satu di antara tawanan perang Khaibar dan menjadi bagian Dihyah Al-Kalbi. Rasulullah memberikan kepada Dihyah tawanan lain sebagai gantinya.

Kemudian Beliau memberikan tawaran kepada Shofiyah antara memilih masuk Islam dan dinikahi oleh Beliau atau tetap beragama Yahudi dan dibebaskan.

Shafiyah memilih masuk Islam dan dinikahi oleh Rasulullah. Rasulullah menikahi Shafiyah ketika pulang dari Khaibar menuju Madinah.

Shafiyah berusaha untuk mengejar ketertinggalannya dalam berislam selama ini,  Sehingga setiap waktu ia selalu gunakan untuk beribadah kepada Allah. Ia adalah orang yang sangat jujur, berkata apa adanya dan bukan basa basi, hatinya bersih dan keterbukaannya tulus.

la merawikan 10 hadits dari Nabi. Di antaranya, ia berkata, “Suatu malam, Nabi beri’tikaf di masjid, lalu aku datang mengunjungi Beliau. Setelah selesai mengobrol, aku berdiri dan hendak pulang. Beliau pun berdiri untuk mengantarku. Tiba-tiba dua laki-laki anshar lewat.

Tatkala mereka melihat Nabi, mereka mempercepat langkah mereka. “Perlahankanlah langkah kalian! Sesungguhnya ini adalah Shafiyah binti Huyai!” kata Nabi. “Maha suci Allah, wahai Rasulullah”, kata mereka. Beliau mengatakan, “Sesungguhnya setan itu berjalan pada aliran darah manusia. Sebenarnya aku khawatir, kalau-kalau setan membisikkan tuduhan dusta atau halyang tidakbaik dalani hati kalian.” (HR. Al-Bukhari).

Di hari-hari terakhir kehidupan Utsman bin Affan ra., Shafiyyah ra. menorehkan sikap mulia yang menunjukkan keutamaan dan pengakuannya terhadap kedudukan Utsman bin ‘Affan ra.

Kinanah berkata, “Aku menuntun kendaraan Shafiyyah ketika hendak membela Utsman. Kami dihadang oleh Al-Asytar, lalu ia memukul wajah keledainya hingga miring. Melihat hal itu, Shafiyyah berkata, ‘Biarkan aku kembali, jangan sampai orang ini mempermalukanku.’ Kemudian, Shafiyyah membentangkan kayu antara rumahnya dengan rumah Utsman guna menyalurkan makanan dan air minum.”

Sikap mulia ini menunjukkan ketidak sukaan Ummul Mukminin Shafiyyah ra. terhadap orang-orang yang menzalimi dan menekan Utsman, bahkan membiarkannya kelaparan dan kehausan.

Ibnu Al-Atsir dan An-Nawawi rakimahumallah, memujinya seperti berikut, “Shafiyyah adalah seorang wanita yang sangat cerdas.” Sedangkan Ibnu Katsir rahimahullah, berkata, “Shafiyyah adalah seorang wanita yang sangat menonjol dalam ibadah, kewara’ an, kezuhudan, kebaikan, dan shadaqah.

 

Ummu Habibah

Nama lengkapnya Ramlah binti Shakhar bin Harb bin Umayyah. la adalah putri Abu Sufyan bin Harb, dan saudara perempuan Mu’awiyah bin Abi Sufyan. la adalah ummul mukminin, isteri Nabi.

la dilahirkan tahun 25 sebelum hijrah. la bersama suaminya, Ubaidillah bin Jahsyin, ikut berhijrah ke Habasyah, hijrah gelombang kedua. Di sana, suaminya masuk agama Nasrani dan rneninggal dalam keadaan beragama Nasrani, sementara ia tetap memeluk agama Islam.

la termasuk wanita Quraisy yang tutur katanya terkenal fasih dan memiliki ide-ide yang cemerlang. Rasulullah mengutus seorang utusan untuk menemuinya dalam rangka untuk menikahinya.

Beliau meminta agar An-Najasyi menyelenggarakan akad nikah untuk Beliau. Khalid bin Sa’id bin Ash bertindak sebagai walinya. An-Najasyi menyerahkan mas kawin sebesar 400 dirham. Pernikahan ini berlangsung pada tahun 7 H. Saat itu, Ummu Habibah berusia 37 tahun.

Abu Sufyan datang ke Madinah untuk membicarakan kembali perjanjian damai. Tetapi di tolak oleh Rasulullah saw. Merasa gagal, Abu Sufyan pergi dan masuk ke rumah putrinya, Ummu Habibah ra.

Ketika Abu Sufyan hendak duduk di atas alas yang biasa digunakan oleh Rasulullah saw., Ummu Habibah ra. segera mengambil dan melipatnya.

Melihat hal itu, Abu Sufyan berkata, “Putriku, apakah engkau tidak suka kepadaku karena ingin duduk di atas alas ini, atau engkau tidak suka alas ini diduduki olehku?” Ummu Habibah ra. menjawab, “Aku tidak suka alas ini diduduki olehmu, karena ia milik Nabi saw., sedangkan engkau adalah seorang yang najis dan musyrik.”

 

Maimunah

Nama lengkapnya Maimunah binti Harits bin Hazn Al-Hilaliyah. Dulu ia bernama Barrah, lalu Nabi menamainya Maimunah. la lahir di Mekkah tahun 6 sebelum kenabian.

la adalah bibi Khalid bin Walid dan Abdullah bin Abbas. Saudara perempuannya adalah Ummu Fadhl, isteri Abbas bin Abdul Muthalib, paman Nabi. la adalah wanita pertama yang masuk Islam setelah Khadijah.

Nabi menikahinya tahun 7 H. Beliau menyerahkan mas kawin sebesar 400 dirham kepada Maimunah.

Maimunah dikenal sangat bersemangat dalam menjalankan hukum Allah.

 

demikian sebagian profil dari wanita pengukir sejarah Islam, semoga menjadi pelajaran bagi wanita masa kita, termotivasi menjadi pengukir sejarah masa kini.

 

bersambung wanita pengukir sejarah bagian 2

 

Referensi:

Muhammad Saa’id Muri, 2003, Tokoh-tokoh besar Islam sepenjang sejarah, Jakarta: Pustaka Al Kaustar.

Mahmud Al Mishri, 2006, 35 Sirah Shahabiyah, Jakarta: Al I’tishom.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *