Viral Sensation dan Politisi Malas

Viral Sensation Politisi Malas, politisi korup

Viral Sensation dan Politisi Malas

Viral Sensation terjadi hampir setiap minggu dengan topik yang amat beragam, dari Jokowi sampai Novel Baswedan, dari hutang Negara sampai dana haji.  Viral Sensation menghancurkan kekuatan-kekuatan lama dan menumbuhkan spirit baru

Namun bisakah Viral Sensation yang mewakili suara rakyat mengubah  sikap para politisi malas, para politisi yang koruptif dan mengubah para penguasa yang semena mena ?

Viral Sensation VS Politisi Malas

 

Sekelompok relawan di Rusia mengatakan “harus bisa”.  Mereka lalu membentuk sebuah website yang domain nya di beri nama Ura.Ru.  https://ura.news/

Di web itu setiap hari rakyat mengeluh, menceritakan segala kejadian yang di terima dari pelayanan publik. Mereka memberi tagline web nya sebagai “ A City Site for A Better City”

Harap maklum Ura.Ru di bangun oleh relawan-relawan dari Yekaterinburg, kota terbesar ke 4 di Rusia yang sarat perilaku mafia dan politisi politisi korup yang malas, mirip-mirip dengan situasi yang kita hadapi.

Tetapi keluhan saja tidak menciptakan perubahan.  Anak –anak muda yang cerdas mengusung tema Graphity For Change.  Ya betul, mereka menggunakan kemampuan artistik membuat graffiti di tengah kota untuk membongkar watak para politisi malas itu.

 

Viral Sensation yang Personal

Seorang pakar komunikasi menasehati mereka, “Kalau tidak di buat personal, Viral Sensation tidak akan terbentuk. Dan tanpa sensasi itu perubahan akan sia-sia.

Merekapun sepakat, Tiga buah potholes (lubang besar di jalan raya) yang sudah sering mereka keluhkan, dijadikan sasaran. Lubang-lubang besar itu mereka jadikan gambar mulut dari kepala para politisi yang terlalu sering melukai hati rakyat. Ketiga nya juga di anggap orang yang sering ingkar janji, wajah tiga orang itu mereka jadikan graffiti.

Bermodalkan tiga kaleng cat sempot, wajah ketiganya di gambar pada malam hari tepat di tiga lubang itu. Dan esoknya foto-fotonya sudah di uplod di situs Ura.Ru. Di bawah mulut mereka tertera ucapan-ucapan yang sering mereka janjikan.

Bak virus yang cepat mewabah, viral sensation menyebar begitu cepat hingga sampai ke telinga ketiga politisi yang tengah menjadi sasaran. Namun, alih-alih melayani kepentingan publik, mereka justru menugaskan PNS untuk membersihkan wajah-wajahnya dan janji-janji kosongnya.

Namun para relawan sudah siap dengan beberapa kamera yang di pasang tersembunyi. Langkah para petugas yang membersihkan graffiti mereka rekam dalam kamera tersembunyi dan sekali lagi di tayangkan dalam Ura.Ru.

Para relawanpun menulis, di lokasi yang sama, yang telah di bersihkan petugas : Painting is not fixing it (mengecat ulang bukanlah memperbaikinya). Tulisan berwarna putih di atas dasar hitam, terbaca sangat jelas dari jauh, popularitas para politisi jeblok total.

Dan anda tahu apa akibat selanjutnya ?

Dalam tempo 24 jam, tiga kaleng cat semprot yang di gunakan seniman-seniman graffiti berhasil mengubah pikiran para politisi malas itu. Malam hari nya lubang-lubang besar itu segera di rapikan.

hanya dengan cara itulah rakyat Yaketerinburg dapat menikmati kenyamanan jalan yang mereka inginkan

 

di kutip dari kolom Rhenal Kasali, Jawapos 8 Oktober 2012

back to home

Tersimpan di Gagasan Dengan label: , ,
%d blogger menyukai ini: