Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Syariat

menyembelih hewan kurbanProses Menyembelih Hewan Kurban yang benar dan sesuai syariat tidaklah sulit dan menyulitkan, justru malah mudah dan menenangkan.

“Yaitu, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan atau tepatnya di bawah jakun. Saluran tersebut terdiri dari saluran nafas, saluran makanan, serta pembuluh darah arteri karotis dan vena jugularis,”

Sebelum ternak benar-benar mati, siapapun dilarang menusuk jantung, menguliti, memotong kaki dan ekornya.

Cara mengecek kematian hewan, cukup melihat refleks mata, refleks ekor dan refleks kuku. Apakah masih berkedip atau tidak. Refleks ekor bergeser atau tidak saat dipegang,

Reflek Mata

Gunakan Jari tangan untuk menyentuh orang-orangan (pupil mata. Jika masih berkedip maka ia masih hidup, namun jika sudah tidak ada respon maka ia telah mati

Reflek Ekor

Pegang dan geser ekor ke kanan atau ke kiri, jika ekornya melawan (ngeyel) maka ia masih hidup, jika sudah tidak ada respon berarti ia telah mati.

bisa juga dengan memencet ekor (sapi). di ekor sapi ada ujung ujung syaraf yang sangat sensitif, jika ia masih hidup maka ia akan bereaksi saat ekornya di pencet

Reflek Kuku

Ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing dan domba adalah hewan berkuku genap (ungulata). Di antara kedua kuku kakinya ada daging yang sangat sensitif, ada ujung ujung syaraf di situ.

Gunakan ujung pisau yang runcing, sentuh atau tusuk pelan bagian tersebut, jika masih ada reaksi menghindar berarti ia masih hidup, jika tidak merespon berarti telah mati.

 

Adab adab dalam menyembelih hewan kurban

Membaca basmalah tatkala hendak menyembelih hewan kurban

Dan ini merupakan syarat yang tidak bisa gugur baik karena sengaja, lupa, ataupun jahil (tidak tahu). Bila dia sengaja atau lupa atau tidak tahu sehingga tidak membaca basmalah ketika menyembelih hewan kurban, maka dianggap tidak sah dan hewan tersebut haram dimakan.

Ini adalah pendapat yang kuat dari perbedaan pendapat yang ada. Dasarnya adalah keumuman firman Allah SWT

“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya.” (Al-An’am: 121)

Syarat ini juga berlaku pada penyembelihan hewan qurban. Dasarnya adalah hadits Anas z riwayat Al-Bukhari (no. 5565) dan Muslim (no. 1966), bahwa Nabi SAW berqurban dengan dua kambing kibasy yang berwarna putih bercampur hitam lagi bertanduk:

“Beliau membaca basmalah dan bertakbir.”

Yang menyembelih hewan kurban adalah orang yang berakal

Adapun orang gila tidak sah sembelihannya walaupun membaca basmalah, sebab tidak ada niat dan kehendak pada dirinya, dan dia termasuk yang diangkat pena takdir darinya.

 

Yang menyembelih hewan kurban harus muslim

Untuk muslim, permasalahannya sudah jelas. Adapun ahli kitab, dasarnya adalah firman Allah

“Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu.” (Al-Ma`idah: 5)

Dan yang dimaksud ‘makanan’ ahli kitab dalam ayat ini adalah sembelihan mereka, sebagaimana penafsiran sebagian salaf.

Pendapat yang kuat menurut mayoritas ulama, sembelihan ahli kitab dipersyaratkan harus sesuai dengan tata cara Islam.

Sebagian ulama menyatakan, terkhusus hewan qurban, tidak boleh disembelih oleh ahli kitab atau diwakilkan kepada ahli kitab. Sebab qurban adalah amalan ibadah untuk taqarrub kepada Allah SWT, maka tidak sah kecuali dilakukan oleh seorang muslim. Wallahu a’lam.

 

Terpancarnya darah

Dan ini akan terwujud dengan dua ketentuan:

Alatnya tajam, terbuat dari besi atau batu tajam. Tidak boleh dari kuku, tulang, atau gigi. Disyariatkan untuk mengasahnya terlebih dahulu sebelum menyembelih.

Diriwayatkan dari Rafi’ bin Khadij RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda:

“Segala sesuatu yang memancarkan darah dan disebut nama Allah padanya maka makanlah. Tidak boleh dari gigi dan kuku. Adapun gigi, itu adalah tulang. Adapun kuku adalah pisau (alat menyembelih) orang Habasyah.” (HR. Al-Bukhari no. 5498 dan Muslim no. 1968)

Juga perintah Rasulullah SAW kepada Aisyah RA ketika hendak menyembelih hewan qurban:

“Wahai Aisyah, ambilkanlah alat sembelih.” Kemudian beliau berkata lagi: “Asahlah alat itu dengan batu.”

(HR. Muslim no. 1967)

Dengan memutus al-wadjan, yaitu dua urat tebal yang meliputi tenggorokan. Inilah persyaratan dan batas minimal yang harus disembelih menurut pendapat yang shahih. Sebab, dengan terputusnya kedua urat tersebut, darah akan terpancar deras dan mempercepat kematian hewan tersebut.

 

Merebahkan hewan

Hewan Ternak yang akan di sembelih di rebahkan dan meletakkan kaki pada rusuk lehernya,agar hewan tersebut tidak meronta hebat dan juga lebih menenangkannya, serta mempermudah penyembelihan.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, tentang tata cara penyembelihan yang dicontohkan Rasulullah SAW

“Dan beliau meletakkan kakinya pada rusuk kedua kambing tersebut.”

(HR. Al-Bukhari no. 5565 dan Muslim no. 1966)

Juga hadits Aisyah RA :

“Lalu beliau rebahkan kambing tersebut kemudian menyembelihnya.”

Bertakbir ketika Hendak Menyembelih

Ketika hendak menyembelih hewan kurban Disunnahkan bertakbir , sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas  RA di atas, dan diucapkan setelah basmalah.

 

Dibolehkan Berdoa saat Menyembelih

Diperbolehkan berdoa kepada Allah SAW agar sembelihannya diterima oleh-Nya. Sebagaimana tindakan Rasulullah SAW, beliau berdoa:

“Ya Allah, terimalah (sembelihan ini) dari Muhammad, keluarga Muhammad, dan umat Muhammad.”

(HR. Muslim no. 1967, dari Aisyah RA )

 

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *