Si Kabayan dan Watak Bangsa Kita

kabayan

 

Salah satu roman yang saya sukai waktu kecil adalah cerita-cerita mengenai Si Kabayan, legenda tanah Sunda yang sangat merakyat. banyak versi cerita tentang tokoh kocak, konyol dan cerdas ini, tidak akan habis di ceritakan.

Misalnya saja cerita ini:

“Suatu kali Si Kabayan dibangunkan dari tidurnya dan diminta segera ke sawah untuk membantu mencangkul.

Tiba di pematang sawah, Kabayan duduk termenung dan melihat sawah yang sudah tergenangi air.  Kabayan melihat bayangan langit yang jauh di permukaan air sawah. Ia semakin termenung dan khawatir akan tenggelam bila ia menjejakkan kakinya ke sawah.


Mertua Kabayan mencermati keadaan menantunya menjadi gusar dan menegur,


“Kabayan, kenapa kamu hanya duduk bermenung di pematang?”


“Saya takut kelelep, ini kelihatannya dalam, bah”


“Dalam apanya ?”


“Ini lihat …. langitnya saja ada di sini dan jauhhhhh “


Mertua Kabayan enggan berdebat dengan Kabayan, lalu mendorong Kabayan hingga tercebur ke sawah.
“Eh… Abah…. apa ini… ternyata … dangkal..”.

 

Begitulah, tidak sedikit orang yang memposisikan si Kabayan sebagai tokoh cerdas tapi pemalas.

Namun Kakek saya memberi wawasan lain, bahwa cerita tersebut menggambarkan watak bangsa kita yang lebih suka melihat sebuah tantangan atau rintangan itu dari sisi masalah. Tidak berusaha untuk memecahkan masalah dan menemukan jalan keluarnya.

by setia lesmana

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *