Aksi Bela Islam : Sebuah Kesaksian (4)

bela islamCatatan 212

Bismillah… Astagfirullah…

Namaku Ririn, aku seorang pengajar di SMPIT Attaufiq Bogor. Memiliki usaha sampingan penyedia cateringan sekolah.

29 November 2016

Terfikir buat menyediakan 300 box nasi buat peserta aksi. Beberapa jam Di hari yg sama seorang donatur anak asuh mentransfer uang 1jt buat aksi 212. Tak lama kemudian seorang donatur juga PM menanyakan apakah guru2 akan ikut aksi 212, Klo mau ikut beliau ingin berpartisipasi. Niat buat menyediakan 300 box nasi pun semakin mantap, dengan perhitungan harga 12.000/box, krna bukan untung yg di cari. Ini adalah wujud syukur ku padaNya yg telah memberikan banyak kemudahan.

 

30 November 2016

Targetku pribadi hanya 3,6-4 jt saja buat beli makan dan minuman. Tapi siapa pengatur Rizki? Allah SWT. Ku kirim iklan sederhana buat seorang hamba Allah,grop Lq, grop bidadari smpit yg isinya para guru2 akhwat,  sangat sederhana, disana ku ungkapkan keinginanku menyediakan 300 box nasi lengkap dengan harga dan menu yg akan dibuat, Klo pun ada sisa akan ku belikan minuman.

Siangnya…. Banyak yg pm menanyakan nomer rek. Siang sampai malam dana terus mengalir.. hari itu dlm catatanku sekitar 6jt yg masuk. Segera ku belanjakan buat keperluan logistik. Segera ku beli kan minuman buat  peserta yg longmarch bogor-jakarta, kuberikan roti,buah dan teh hijau.

Sore itu juga ku berefing karywanku untuk mensukseskan 300 box nasi. Kusampaikan apa arti aksi ini bagi umat ini, apa yg bisa kita berikan untuk agama ini.  Alhamdulillah dana tinggal 300 ribu lg di tangan

 

112

Ketika ku aktifkan hpku, beberapa notifikasi dr bsm masuk, mengabarkan ada transferan dana. Sejenak aku takjub.. kemudian ku aktifkan paket dataku.. Allahu Akbar.. pagi itu mengalirlah air mata ini… Membaca beberapa pesan yg menyatakan ingin berpartisipasi…. Pagi itu dana sekitar 2,5 jt masuk kerek.ku Pagi… Pkl 03.30 dini hari…

Hari itu KBM qiroati tetap berjalan walau anak2 lg uas. Selama mengajar sangat tidak konsentrasi krna beberapa orang tua siswa datang mencariku, membawa amplop putih “Ustzh. Aku titip ini buat aksi besok” Allahu Rabbi….

Sampai siang hr ku trus kedatangan tamu. Belum lg pesen di Wa..

Segera ku ambil kunci motor dan tancap gas ke swalayan. Borong roti2 disana, beli buah yg banyak, hatiku menangis…

Kembali kutancap gas motorku menuju tempat jual minuman. Ku pesen berdus2 air buat aksi 212.

Kembali ke sekolah dengan wajah yg sangat lelah.. tp demi Allah.. saat itu aku semakin cinta dengan Agamaku. Ghirohku berlimpah ganda.

Sampai kantor beberapa amplop kembali terulur. Allahu Rabbi…

Segera ku telp temen yg punya usaha resto. Ku pesen 270 box nasi dan aku minta langsung di bagi2 buat peserta aksi besok. Sampai di stasiun esoknya hati ini menangis, melihat beberapa saudaraku makan dengan lahap box nasi yg sebelumnya telah kupesen.

Wa terus masuk  yg ingin berpartisipasi.

Malamnya kembali ku belanjakan dana yg ada buat logistik. Ku belikan minuman dan buah kembali.

 

212

Tibalah saatnya aksi. Semalam aku tidur dengan sangat nyenyak sekali. Demi Allah itu tidur yg sangat nikmat..

Subuh hari krywan sudah berjuang menyelesaikan target yg kuturunkan Dr 300 menjd 250 box. Bukan krna uangnya, tp nasi2 tersebut harus diangkut sebelum jam 6 pagi.

Sementara itu mujahidah beransel sudah beraksi. Membagi2kan roti dan buah buat peserta aksi di stasiun Bogor, yg pagi itu mejd lautan manusia.

Di dalam kereta pun logistik trs kita bagikan buat pejuang Islam ini. Para ibu2 yg hampir 100℅ belum sarapan. Aku lupa bahwa Mujahidah beransel pun belum sarapan. Logistik hampir habis…

Di stasiun kami duduk melingkar, menikmati sarapan pagi kami sambil menunggu tim yg beda kereta. Menu sederhana.

Saat itulah seorang mb2 tanpa jilbab datang menghampiri menitipkan dana buat jihad…. Ya Allah…

Setelah Dhuha, aku segera turun mencari apa yg bisa aku beli buat dibagi2kan…. 20 kg buah jeruk ludes dalam sekejap. Gorengan yg menjd pilihan selanjutnya. Suaraku serak… Bergetar menahan haru melihat lautan manusia rindu ksyahidan. Mata ini basah, krna beberapa bapak2 dan ibu mereka juga kemudian membeli apa aja yg bisa mereka beli buat dibagi2kan…. Seorang ibu2 dengan kresek hitam besarnya menitipkan snack2 buat di bagi2kan…. Seorang ibu2 menjabat tanganku, menitipkan 100 ribunya… Allahu Rabbi… Seorang ibu2 memelukku, menyuapkan sepotong roti kemulutku….mataku sudah basah….

Segera ku belanjakan uang itu. Kebelikan air putih yg juga dalam sekejap habis. 3 dus..

Amunisi sudah habis. Saatnya longmarch menuju Monas. Di tengah jutaan umat. Kepala ku sakit… Aku sudah hampir tumbang, tp melihat semangt Mujahidah beransel, ghiroh itu kembali membuncah.

Akhirnya kami tidak bisa bergerak lagi. Duduk di pinggir jalan. Menikmati air putih yg tersisa. Ooooh tidak.. dlm ransel bututku ada sekantong apel. Awalnya hanya buat tim saja. Seorg Mujahidah beransel membawa pisau kecil, akhirnya apel2 itu kami potong kecil-kecil buat kami bagikan. Kembali ke peserta aksi yg melintas didepan kami.

Kacang goreng kami beli buat dibagikan. Masya Allah aksi kecil ini menarik buat ibu2 dan bapak2 yg swmula duduk2 didekt kami buat ikut membeli kacang, tahu buat dibagi2kan…. Ya Allah…

212 pkl 12.30

Kami kembali ke stasiun buat sholat. Kami saat itu ditakdirkan Allah hanya duduk dipinggir jalan, jauuuuuuh Dr Monas tempat berkumpulnya ulama yg kami taati. Kami tak bisa mendengarkan tausiyah mereka yg mengetarkan hati secara langsung, tp melihat saudara kami yg sholat dlm guyuran hujan membuat hati ini kembali menangis.

Ya Allah… Demi engkau ya Allah, aku semakin cinta dengan Mu dan Agamaku.

Di stasiun rombongan kecil kami terpecah jd 3. Ada yg sholat di stasiun ada yg sholat di masjid, dan aku memilih duduk selonjoran dulu. Kepalaku sakit banget.. tak jauh Dr tempatku ada ibu2 yg tampak takut2 membawa dagangannya di stasiun yg saat ini steril Dr pedagang. Ibu2 tua… Segera ku dekati beliau, dan ku beli semua dagangannya senilai 350 ribu. Kerupuk opak, bihun, risoles. Ku minta beliau buat membagi2kan ke peserta aksi yg ada di stasiun. Saudara/i ku yg wajahnya lelah, yg bajunya basah.. yg meringis kesakitan karena kakinya lecet..

Di pojokan, ku seka air mataku…. Ya Allah terima kasih karena Engkau izinkan hamba buat menyaksikan semua ini. Terima kasih krna kau pilih Hamba buat menjalankan amanah ini. Balaslah lelah dan pengorbanan kecil kami ini dengan SyurgaMu….muliakanlah agama ini….

 

#tulisan ini kuhadiahkan buat para donatur, sahabat2ku Mujahidah Beransel dan semua saudaraku#

Bogor, 3122016

Ririn Mujahidah

Tersimpan di Inspirasi Dengan label: , ,
%d blogger menyukai ini: