Peta Politik Pilkada Purwakarta

Pilkada Purwakarta

Pilkada Purwakarta

Pemilihan Calon Kepala daerah Serentak atau Pilkada serentak tahun 2018 se kota dan kabupaten di  Provinsi  Jawa Barat di ikuti oleh 16 kota dan kabupaten  termasuk di dalam nya adalah Pilkada Purwakarta.  Pilkada Purwakarta tahun 2018 adalah pemilihan Calon Bupati Purwakarta yang baru.

 

KPU RI sudah menetapkan tanggal pencoblosan Pilkada Serentak 2018 yaitu pada tanggal 27 Juni 2018. Rencananya, ada 171 daerah yang mengikuti Pilkada 2018, Tahapan Pilkada serentak 2018 akan dimulai 10 bulan sebelum hari pencoblosan. Itu berarti tahapan dimulai Agustus 2017 ini.

 

Berikut ini adalah daftar lengkap  kabupaten/kota peserta Pilkada Jabar 2018 :

  1.    Kota Bandung
  2.    Kota Bogor
  3.    Kota Cirebon
  4.    Kota Sukabumi
  5.    Kota Banjar
  6.    Kota Bekasi
  7.    Kabupaten Bogor
  8.    Kabupaten Purwakarta
  9.    Kabupaten Sumedang
  10.  Kabupaten Subang
  11.  Kabupaten Bandung Barat
  12.  Kabupaten Kuningan
  13.  Kabupaten Majalengka
  14.  Kabupaten Cirebon
  15.  Kabupaten Garut
  16.  Kabupaten Ciamis

 

Kabupaten Purwakarta adalah salah satu peserta pilkada serentak tahun 2018 ini. Profil Kabupaten Purwakarta dapat di lihat di web Kabupaten Purwakarta www.Purwakartakab.go.id/

 

Pilkada Purwakarta Tahun 2018 ini akan memilih Calon Bupati Purwakarta yang baru karna Bupati Purwakarta saat ini Dedi Mulyadi, SH  atau sering di panggil dengan nama  Kang Dedi sudah tidak dapat mencalonkan diri lagi, sudah menjabat selama 2 periode.

 

Pilkada Purwakarta Tahun 2018   untuk memilih  Calon Bupati Purwakarta ini akan berbarengan dengan Pemilihan Calon Gubernur Jawa Barat yang Baru di mana Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Kang Aher juga sudah tidak bisa mencalonkan diri lagi karena sudah menjabat selama 2 periode.

 

Profil Provinsi Jawa Barat dapat di lihat di web Provinsi Jawa Barat, www.jabarprov.go.id/

 

Pemilihan Calon Bupati Purwakarta dan Calon Gubernur Jawa Barat yang berbarengan ini sebagaimana di tetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum. http://www.kpu.go.id/

 

Pilkada Purwakarta

 

Apabila mencermati peraturan tentang pemilihan kepala daerah yang berlaku saat ini  bisa di simpulkan bahwa yang bisa mencalonkan diri pada Pilkada Purwakarta tahun 2018 nanti hanya ada 3 kriteria calon,  yaitu calon yang di ajukan oleh Partai Politik atau oleh Gabungan Partai Politik atau Calon perseorangan yang di masyarakat biasa di sebut sebagai calon independen.

 

Dengan demikian tidak ada pintu lain untuk bisa menjadi Calon Bupati Purwakarta kecuali melalui pencalonan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik atau calon  Perseorangan. Pencalonan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik Atau Perseorangan tersebut terikat oleh peraturan per undang –undangan dan Peraturan KPU yang berlaku.

 

Partai Politik Peserta Pilkada Purwakarta

 

Berdasarkan UU nomor 10 tahun 2016 di sebutkan bahwa yang dapat mendaftarkan pasangan calon kepala daerah adalah partai politik atau gabungan partai politik atau calon perseorangan yang memenuhi syarat- syarat sebagaiman yang di tetapkan oleh uu.

 

Berikut kutipan pasal 40 undang- undang No 10 tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua  Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Menjadi Undang-Undang

 

Pasal 40

(1) Partai Politik atau gabungan Partai Politik dapat mendaftarkan pasangan calon jika telah memenuhi persyaratan perolehan paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau 25% (dua puluh lima persen) dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilihan umum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di daerah yang bersangkutan.

 

(2) Dalam hal Partai Politik atau gabungan Partai Politik dalam mengusulkan pasangan calon menggunakan ketentuan memperoleh paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), jika hasil bagi jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menghasilkan angka pecahan maka perolehan dari jumlah kursi dihitung dengan pembulatan ke atas.

 

(3) Dalam hal Partai Politik atau gabungan Partai Politik mengusulkan pasangan calon menggunakan ketentuan memperoleh paling sedikit 25% (dua puluh lima persen) dari akumulasi perolehan suara sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ketentuan itu hanya berlaku untuk Partai Politik yang memperoleh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

 

(4) Partai Politik atau gabungan Partai Politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat mengusulkan 1 (satu) pasangan calon.

 

(5) Perhitungan persentase dari jumlah kursi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), dikecualikan bagi kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat yang diangkat.

 

Hasil Pemilu 2014 di Kabupaten Purwakarta adalah terpilihnya 45 Orang anggota  DPRD Kabupaten Purwakata dengan komposisi sebagai berikut :

  • Partai Golkar 8 kursi (93.638)
  • Partai PDIP 8 kursi (79.884)
  • Partai Gerindra 6 kursi (58.421)
  • Partai PAN 3 kursi (28.432)
  • Partai PPP 4 kursi (35.142)
  • Partai PKB 5 kursi (42.673)
  • Partai Nasdem 4 kursi (36.572)
  • Partai Hanura 4 kursi (40.252)
  • Partai Demokrat 3 kursi (35.073)

 

Partai Keadilan Sejahtera, PKS,  tidak mendapatkan kursi, dengan demikian PKS Purwakarta tidak memiliki perwakilan di DPRD Kab Purwakarta pada periode 2014-2019.

 

Berdasarkan komposisi suara tersebut maka tidak ada Pasangan Calon Bupati Purwakarta yang dapat di ajukan oleh Satu Partai Politik.  Hal ini dikarnakan tidak ada satu pun partai politik yang memenuhi syarat minimal  20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau 25% (dua puluh lima persen) dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilihan umum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah pada Pemilu tahun 2014 yang lalu.

 

Dengan demikian Tidak ada Partai Politik di Kabupaten Purwakarta  yang bisa mengajukan Calon Bupati Purwakarta secara mandiri. Jadi kemungkinan yang ada bagi para Pasangan Calon Bupati Purwakarta adalah dengan maju melalui gabungan partai politik atau Koalisi Parpol.  Alternatif selain koalisi parpol adalah maju melalui jalur perseorangan atau calon Independen.

 

Koalisi Parpol atau Calon Independen

 

Peta pertarungan yang mungkin terjadi adalah koalisi parpol vs koalisi parpol atau koalisi parpol vs calon perseorangan, atau koalisi parpol vs koalisi parpol vs perseo rangan  secara sederhana nya begitu walaupun sesungguhnya peta ini sangat rumit dan sulit di duga.

 

Koalisi Parpol punya kesulitan dalam membangun perahu bersama, banyak hal yang menjadi pertimbangan mulai dari ideologi partai, karakter kader, basis masa dll, belum lagi masalah siapa bakal calon yang akan di ajukan nya nanti.

 

Sebagaimana koalisi parpol, calon perseorangan pun memiliki kesulitan dalam membangun perahu yang berupa dukungan sebesar 7,5% dari  jumlah penduduk yang mempunyai hak pilih dan termuat dalam daftar pemilih tetap pada pemilihan umum sebelumnya dan tersebar di lebih dari 50% (lima puluh persen) jumlah kecamatan.

 

Memperhatikan komposisi perolehan suara parpol di DPRD Kab Purwakarta seperti tersebut maka bisa saja terbentuk beberapa gerbong koalisi dimana Golkar, PDIP dan Gerindra berpeluang menjadi pemimpin “perahu” koalisi.

 

Jika Golkar, PDIP dan Gerindra masing-masing menarik satu parpol lain kedalam koalisi nya maka sudah memenuhi syarat minimal untuk mencalonkan, dan akan terbentuk 3 koalisi parpol, bahkan bisa 4 group koalisi, artinya akan ada 3 – 4  pasangan calon bupati dan wakil bupati Purwakarta.

 

Nama Nama Calon Bupati Purwakarta

 

Sampai saat ini belum terlihat adanya koalsi parpol yang telah terbentuk, meskipun wacana ke arah itu sudah makin mengerucut, terdengar kabar partai Golkar akan berkoalisi dengan PDIP bersama Hanura, juga wacana koalisi 4 parpol yakni Partai Demokrat, Nasdem, PPP dan PKB, dan Koalisi Gerindra dan PAN. tetapi tampaknya peta koalisi tersebut masih tahap penjajakan.

 

Meskipun Belum ada Perahu yang jelas, Beberapa nama sudah muncul sebagai bakal calon Bupati / Wakil Bupati, sebagian sudah mulai sosialisasi di masyarakat. Berikut beberapa nama   yang mungkin bakal maju di Pilbup Purwakarta 2018 :

 

  • Dadan Koswara; Wakil Bupati Purwakarta
  • Fadil Karsoma, Sekda Purwakarta
  • Endang Koswara; Asda II Purwakarta
  • Burhan Fuad; mantan cabup 2013
  • Anne Ratna Mustika; Ketua PKK kabupaten, Istri Bupati
  • Sarif Hidayat; Ketua DPRD Purwakarta
  • Rustandie; anggota DPRD Prov Jabar
  • Neng Supartini; Wakil Ketua DPRD Pwk
  • Zaenal Arifin, Akademisi, Pengusaha

 

Kekuatan Politik Calon Bupati Purwakarta:

 

Berikut gambaran singkat peta kekuatan politik dari nama nama yang sudah  muncul beredar di masyarakat :

 

Dadan Koswara

Saat ini menjabat Wakil Bupati Purwakarta dikenal sebagai birokrasi tulen, sejak awal karir birokrasi Dadan dimulai dari jabatan Kepala Sub Bagian Diparda Kabupaten Purwakarta tahun 1993-1999. Sebelumnya ia pun pernah menjabat sebagai Kepala Cabang Diparda tingkat I Jabar Wilayah IV di Kabupaten Purwakarta tahun 1987 sampai tahun 1993.

 

Fadil Karsoma

Saat ini menjabat sebagai Sekda Kab Purwakarta. Mantan Kepala Dinas Kesehatan ini dikenal sebagai birokrat tulen. Fadil yang juga owner RS Bersalin Dian di Plered ini di kenal juga sebagai seorang pengusaha sukses.

 

Endang Koswara

Endang Koswara pejabat eselon Asda II Setda Pemkab Purwakarta sebelumnya pernah maju sebagai wakil bupati Purwakarta mendapingi Lili Hambaly Hasan pada Pilbup Purwakarta 2008 pasangan Lili-Endang meraih 111.443 atau 26,87% Koalisi PDIP, PKB dan PBB. Sementara pasangan Dedi-Dudung menang dengan perolehan suara 155.682 suara atau 37,54 persen.

 

Burhan Fuad

Mantan calon bupati Purwakarta pada Pilkada Purwakarta 2008 berpasangan dengan Nana Syamsudin Koalisi PAN, PPP dan Partai Demokrat  yang memperoleh 134.794 suara atau 32,50 persen selisih 5,04 persen dari pasangan pemenang Dedi-Dudung.

 

Pada Pilkada Purwakarta 2013 Burhan pun maju kembali bersama Onnie S Sandi dengan perolehan suara 44.646 suara atau 9,57 persen.

 

Anne Ratna Mustika

Merupakan istri dari Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. Anne dimungkinkan maju di Pilbup Purwakarta 2018 setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan dengan alasan aturan yang melarang seorang calon kepala daerah berkonflik kepentingan dengan petahana bertentangan dengan konstitusi. Akhirnya para hakim MK memutuskan, Pasal 7 huruf r UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota bertentangan dengan Pasal 28 J ayat (2) UUD 1945. Sehingga dalam hal ini Anne berkesempatan maju menjadi calon bupati atau calon wakil bupati.

 

Sarif Hidayat

Ketua DPRD Purwakarta dan Ketua DPD II Partai Golkar Purwakarta memiliki kans maju Pilkada Purwakarta 2018 setelah namanya melambung pada Pemilu Legislatif 2014. Sarif memiliki andil besar maju di Pilkada karena memiliki otoritas jabatan di pucuk pimpinan dewan dan otoritas kekuasaan di internal partainya. Namanya lebih kuat dibanding kader partai Golkar lainnya.

 

Rustandie

Nama Rustandi baru-baru ini banyak disebut bakal maju di Pilkada Purwakarta 2018 setelah meraih suara bagus di dua kabupaten yaitu Purwakarta dan Karawang pada Pemilu Legislatif tahun 2014. Rustandi mendapat dorongan kepercayaan dari perolehan suara di Pileg.

 

Neng Supartini

Neng Supartini dikenal sebagai politisi Partai Kebangkitan Bangsa, Neng memiliki hak paten partainya akan di bawa kemana karena berdasarkan catatan sejarah posisi Neng sebagai pucuk pimpinan PKB Purwakarta cukup stabil meski beberapa kali mengalami tekanan dari internal kepengurusan PAC PKB Purwakarta. Neng dikenal jago lobi baik kepada kader juga alim ulama di Purwakarta, faktanya dia mampu bertahan dan mendapat dukungan saat partainya diambang perpecahan beberapa waktu lalu.

 

Zaenal Arifin

Zaenal Arifin adalah nama ybaru yang muncul dalam kancah perpolitikan di Purwakarta, Zaenal Arifin yang di kenal baik sebagai sosok akademi dan pengusaha ini akan maju dalam bursa pemilihan kepala daerah Purwakarta melalui jalur perseorangan.

 

Koalisi Parpol dan Pasangan Calon

 

Tentu masyarakat masih menunggu akan seperti apa selanjutnya, seperti apakah koalisi parpol yang terbentuk ?

Siapakah bakal calon pasangan bupati / wakil bupati yang di ajukan oleh koalisi parpol tersebut ?

Akankah ada pasangan calon jalur Perseorangan ?

Kemanakah arah dukungan PKS ?

 

back to home

Tersimpan di Gagasan Dengan label: , , , , , , , , ,
%d blogger menyukai ini: