Burung Hantu the untold Story, When You Believe

burung hantuAda sebuah keluarga burung hantu yang hebat.  Anak-anaknya  memiliki sayap yang kuat dan cakar yang tajam.  Melihat mereka terbang di langit membuat orangtua mereka bangga.

Semuanya hampir sempurna,  kecuali si sulung yang dianggap bermasalah. Seringkali berseberangan pendapat dengan anggota keluarga yang lain, bahkan Tidak jarang ia terjang keluarganya sendiri.

Lama dan semakin lama Sulung ‘ditinggalkan’.  Karena ngeri, atau bisa jadi karena keluarga berhenti berharap, masalah-masalah dalam keluarga dimusyawarahkan dan dipecahkan bersama, tanpa Sulung mendapatkan peran yang berarti, atau malah tidak mendapatkan kesempatan berpendapat atau peran sama sekali.

Sulung dengan kepak kuat dan cakar tajamnya, menguat-nguatkan diri dalam kesendirian.   Memilih tetap tinggal dalam sarang,  Semakin lama semakin nyaman dengan keberadaannya yang seperti itu, sehingga yang lain pun lupa dengan keberadaanya.

Semakin hari ia makin  percaya bahwa dirinya diciptakan bukan untuk siapa-siapa, bukan untuk apa apa, hanya seekor burung hantu tanpa peran dalam komunitas

Si sulung, burung hantu yang gagah perkasa, kini tinggal cerita, Perawakan nya yang gagah telah menciut, bulu bulu nya telah kusam, tidak ada lagi yang mengenalinya.

Sampai suatu hari ia bertemu dengan seekor merpati yang mengenali salah satu cakarnya yang patah.  Merpati itu ingat bagaimana Sulung menyelamatkannya suatu kali, dari ancaman seekor ular.

Dengan berani Sulung mengusir ular sampai cakarnya patah tertancap di pohon. Ada cahaya berkilat di mata Sulung menyimak penuturan Merpati,  Cahaya yang lama sekali padam dari tempatnya. Tapi tidak lama mata itu kembali kosong.

Merpati  meratapi Sulung yang keadaannya sungguh jauh berbeda. Sulung sudah jauh berada dalam sumur ketidakberdayaannya yang dalam, Disuruhnya Merpati segera pergi karena mengganggu kesendiriannya.

Jauh di bawah sarang keluarga burung hantu, tinggallah keluarga ulat bulu. Mereka hidup dalam tantangan tiada henti setiap hari.  Kadang ada burung yang memangsa anggota keluarga mereka, kadang ada hewan yang lebih besar menginjak mereka.

Anak ulat melihat itu semua, peristiwa demi peristiwa ia saksikan dengan mata kepalanya sendiri, merasakan beratnya kehidupan dan kehilangan anggota keluarga membuat nya nyaris kehilanga harapan, tidak ada lagi cita-cita tentang hari esok di kepalanya.

Jika daun di pohon yang mereka tinggali habis, mereka merayap pelan ke pohon yang lain. Daun demi daun ia lalap sampai habis.

Sesekali ia melihat saudara-saudaranya melesat cantik di udara. Ia seakan melihat dirinyalah yang sedang terbang. Kadang ia berpapasan dengan semut dan serangga lain yang berbisik pada anak-anak mereka, ”Itu adalah ulat yang kelak bermetamorfosis menjadi kupu-kupu.”

Anak ulat sangat senang mendengarnya, Ia melatih dirinya untuk mengenali getaran langkah kaki badak supaya bisa menghindar, atau menahan diri sekian lama di balik ranting sampai burung-burung berlalu menghisap madu.

Sampai saat itu tiba, Ketika ia keluar dari kepompongnya mengepakkan sayap lembutnya yang berwarna-warni. Terbang dengan gesit dan penuh kemerdekaan..
*
Siapakah Sulung dan siapakah Anak Ulat ?
Adakah Sulung dan Anak Ulat dalam hidup kita ?
Siapakah kita ? Sulung,  atau orang-orang pematah keyakinan?

Ataukah si Anak Ulat, atau orang-orang yang menaruh keyakinan kepada orang lain untuk yakin pada dirinya sendiri ?

icha
Saat mendung menggantung

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *