Merawat Bilah Golok dan Pisau Setelah di Pakai

Merawat Bilah Golok dan Pisau Setelah di Pakai

Merawat Bilah Golok dan Pisau Setelah di Pakai

Hari Raya Idul Adha atau Idul Kurban adalah hari Istimewa bagi kita umat Islam. Ini adalah hari di mana kita mengingat dan menteladani keikhlasan dan kesiapan Nabi Ibrahim AS dalam berkorban apa saja demi memenuhi keta’atan pada Rabb nya.

ini adalah hari di mana umat Islam berbondong bondong ke masjid dan tanah lapang untuk memotong hewan kurban, hari di mana kita melihat pisah dan golok terhunus dan darah mengalir.

Kita yang tidak biasa menggunakan golok dan pisau, hari itu mengeluarkan golok dan pisau kesayangan nya untuk memotong dan mencacah daging. tetapi seringkali kita lupa bagaimana cara merawat psau dan golok itu supaya tetap dalam kondisi baik dan tajam.

berikut beberapa tips untuk merawat pisau dan golok kesayangan

Tips Menyimpan Pisau dan Golok

  • Apa bila pisau atau golok setelah dipakai bersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan lap kering agar tidak ada kotoran atau air yang menempel
  • Setelah bersih dan kering oleskan bilah pisau menggunakan oli atau minyak goreng yang masih bening/baru sampai merata
  • Masukan bilah kedalam sarung/warangka agar terhindar dari debu atau kotoran lainnya
  • Jika pisau tidak menggunakan sarung,simpan di tempat yang kering dan tertutup

 

Tips Cara Menggunakan Pisau dan Golok

Gunakan Pisau Sesuai Fungsinya

Prinsip dasar yang harus diingat adalah pisau merupakan alat potong dengan segala macam tekniknya seperti membelah, menebas, menyayat, mengupas dan sebagainya.

Pisau sebaiknya jangan digunakan untuk fungsi yang lain seperti mencongkel dan memukul. Akibat dari pemakaian pisau selain sebagai alat potong akan merusak bilah baik itu rompal (chipping), bengkok dan yang pasti ketajaman akan berkurang dengan cepat.

Begitu pula dengan obyek yang dipotong, hendaknya pisau digunakan untuk memotong benda-benda yang sesuai pemakaian pisau. Jangan pernah memotong material dengan pisau yang bepotensi merusak bilah seperti paku dan kawat.

Memang ada beberapa demo ketahanan pisau yang digunakan untuk memotong kawat, tetapi sekali lagi itu adalah bukan kodrat dari sebuah pisau.

Jenis pisau juga sebaiknya disesuaikan dengan obyek potong. Contoh kesalahan umum yang sering terjadi di rumah kita adalah mencacah tulang dengan pisau dapur bukan dengan golok atau pisau daging.

Profil dari sisi tajam pisau dapur tipis dan berbentuk “V” tidak cocok untuk mencacah tulang yang keras. Lebih cocok dengan profil convex seperti golok atau pisau daging yang bilahnya tebal.

Gunakan Alas Potong yang Tepat

Prinsip memilih alas potong berkebalikan dari memilih media asah. Alas potong harus terbuat dari bahan yang lebih lunak dari pisau seperti kayu dan plastik.

Pemakaian alas potong yang lebih keras dari pisau seperti kaca dan granit akan mengikis ketajaman pisau dengan cepat.

Simpan Pisau dengan Tepat

Beberapa pisau dilengkapi dengan sarung (sheath/scabbard). Atau kita bisa mendapatkan pisau blokset yang dilengkapi dengan tempat menyimpan pisau. Jika kita hanya punya pisau dapur biasa tanpa sarung dan blokset, maka sebaiknya penyimpanan dipisah dari sendok dan garpu.

Seringkali sisi tajam pisau beradu dengan sendok atau garpu dari bahan metal sehingga berpotensi merusak sisi tajam bilah.

Ada juga metode menyimpan pisau dengan menempelkan di dinding dengan menggunakan magnet, tetapi ini cukup mahal. Selalu kembalikan pisau setelah dipakai tentunya setelah dibersihkan sebelumnya.

demikian tips dari patriapurwakarta.com untuk Merawat Bilah Golok dan Pisau Setelah di Pakai agar golok dan pisau kesayangan tetap awet dan tajam.

Tersimpan di Inspirasi Dengan label: , , ,
%d blogger menyukai ini: