Produk Gagal Menjadi Sukses

Produk Gagal Menjadi SuksesProduk Gagal bisa jadi Produk Sukses dengan Positioning Baru, atau dengan kata lain merubah positioning sebuah produk di pasar, dapat merubah Produk Gagal Menjadi Sukses

Merubah positioning sebuah produk berarti merubah sudut pandang manfaat sebuah produk.

 

POST IT.

Tahun 1970, seorang ilmuwan senior Dr.Spancer Silver mengembangkan perekat super kuat di lab 3M.

Ssayangnya meski dapat menempel pada benda lain, perekat itu juga dapat dengan mudah dilepaskan, sehingga perekat itu di anggap produk gagal pada masa itu.

Meski ini produk gagal, Dr. Spancer tetap menyimpan dilemari kerjanya, mungkin ia berfikir  suatu hari kelak produk itu akan berguna.

Empat  tahun kemudian, ilmuwan 3M lainnya, Art Fry mengeluh sering kehilangan pembatas halaman pada buku-buku nya, dan ia menemukan produk gagal Dr Spencer yang di simpan di lemari nya

Art Fry menggunakan produk itu sebagai pembatas halaman pada buku nya dan ternyata ia terbantu oleh produk tersebut.

Di situlah awal mula Post It digunakan, Art Fry merubah sudut pandang terhadap produk gagal tersebut, ia merubah positioning produk tersebut, Produk Gagal Menjadi Sukses  itu kemudian di beri nama Pos It.

Art Fry berhasil merubah Produk Gagal  menjadi produk  sukses dengan positioning baru dan Dr.Spancer mendapatkan royalti sebesar 1% dari setiap penjualan Post It tersebut.

 

BROWNIS.

Banyak versi tentang awal mula lahirnya kue coklat ini, dan tidak bisa di temukan sumber awal yang pasti tentang bagaimana asal usul nya pertama kali.

Salah satu versi menyebutkan  bahwa awalnya kue ini tercipta dari kelupaan nya seorang koki memasukkan baking powder kedalam adonan resep kue coklat nya.

Koki itu lupa memasukkan baking powder sehingga setelah dipanggang, hasilnya kue ini tidak mengembang seperti seharusnya yang ia harapkan, alias Bantat.

Koki itu tetap menyajikan kue bantat tersebut, banyak pelanggan yg mengira kue ini adalah resep baru, dan mereka menyukainya.

Sampai saat ini kita banyak menjumpai toko kue besar yang produknya dari adonan resep kue “Bantat” ini,  produk yang laku keras di pasaran ini berawal dari strategi cerdas sang koki yang merubah Produk Gagal Menjadi Sukses.

Maka kemudian  lahirlah  Brownis sebagai Produk Gagal yang menjadi sukses dengan positioning baru, bahkan sekarang dengan ragam dan kemasan baru yang lebih “menjual”

Terkadang di dalam persaingan bisnis kita tidak lagi harus berfikir “Think out of the box” yang dimana kita menjadikan kompetitor atau produk yg sudah ada sebagai pembanding

Tidak ada salahnya bila mencoba untuk lepas landas dengan “Think without the box“, buang dan hancurkan “box” disamping kita.

Jika untuk sekedar bertahan hidup, Anda bisa berjualan seperti apa yg dijual orang lain, Tapi untuk membuat suatu lompatan finansial, dibutuhkan ide yang Nyeleneh (tak harus genius)

*dari berbagai sumber yang viral di medsos

gambar dari amandabrownies.com.my

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *