Membaca Tanda Tanda Zaman

Tanda Tanda Zaman

Tanda Tanda Zaman

Membaca Tanda Tanda Zaman dari Keterangan keterangan Shahih dari Nabi SAW.  Membaca Tanda Tanda Zaman untuk mengerti, memahami dan kemudian mampu bersikap menghadapi tuntutan tuntutan zaman tersebut.

 

Tanda Tanda Zaman Yang Tampak Saat Ini

ZAMAN YANG SEMAKIN MEMBURUK

Rasulullah SAW bersabda :

 

“Tidaklah datang kepada kalian suatu masa kecuali setelahnya lebih jahat dari sebelumnya, sehingga engkau akan bertemu dengan Allah (Robb kalian).” (HR. Bukhari).

PENGUASA YANG PENINDAS

Rasulullah SAW bersabda :

Dari Nukman bin Basyir, katanya, ‘Suatu ketika kami sedang duduk2 di Masjid Nabawi dan Basyir itu seorang yg tidak banyak bercakap.Datanglah Abu Saklabah lalu berkata

” Wahai Basyir bin Saad, adakah kamu hafaz hadis Rasulullah tentang para pemerintah?’

Huzaifah RA lalu segera menjawab.” Aku hafal akan khutbah Rasulullah SAW itu.” Maka duduklah Abu Saklabah Al Khusyna untuk mendengar hadis berkenaan.

Maka kata Huzaifah RA, Rasulullah SAW telah bersabda. “Telah berlaku Zaman Kenabian ke atas kamu, maka berlakulah Zaman Kenabian sebagaimana yang Allah kehendaki.

Kemudian Allah mengangkat zaman itu seperti yg Dia kehendaki.

”Kemudian belakulah zaman Kekhalifahan (Khulafaur Rasyidin) yang berjalan sepertimana Zaman Kenabian. Maka berlakulah zaman itu sebagaimana yang Allah kehendaki.

Kemudian Allah mengangkatnya.

Lalu berlakulah zaman raja-raja yang zalim ( malikun a’adhun/zaman kesultanan ). Berlakulah zaman itu seperti yang Allah kehendaki.

Kemudian Allah mengangkatnya pula.

Kemudian berlakulah zaman penguasa diktator (mulkan jabbariyan/penguasa yang memaksakan ideologi yang bukan ideologi islam, dan hukum yang bukan dari hukum islam) dan berlakulah zaman itu seperti mana yang Allah kehendaki.

Kemudian berlakulah pula zaman kekhalifahan yang berjalan di atas cara hidup Zaman Kenabian.”

Kemudian Rasulullah SAW pun diam.

(Hadits diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal di dalam kitabnya Musnad Al Imam Ahmad bin Hanbal, Juzuk 4, halaman 273. Juga terdapat dalam kitab As-Silsilatus Sahihah, Jilid 1, hadis nombor 5.)

Rasulullah SAW mendoakan para penyelenggara negara yang telah menyengsarakan rakyatnya.

Hadits dari ‘Aisyah Rodhiallahu ‘Anha, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdoa:

 

Ya Allah, barang siapa yang diberikan amanah mengurus urusan umatku lalu dia mempersulit mereka maka persulitlah dia, dan barang siapa yang diberikan amanah mengurus urusan umatku lalu dia berlaku baik kepada mereka, maka, perlakukanlah dia dengan baik pula._

(HR. Muslim No. 1828, Ahmad No. 24622, Ibnu Hibban No. 553, Abu ‘Uwanah No. 7025, dll)

PENGUASA YANG PENIPU

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi SAW bersabda:

 

“Akan datang ke pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan, saat itu pendusta dibenarkan, orang yang benar justru didustakan, pengkhianat diberikan amanah, orang yang dipercaya justru dikhianati, dan Ar-Ruwaibidhah berbicara.” Ditanyakan: “Apakah Ar-Ruwaibidhah?” Beliau bersabda: “Seorang laki-laki yang bodoh (Ar Rajul At Taafih) tetapi sok mengurusi urusan orang banyak.”

(HR. Ibnu Majah No. 4036. Ahmad No. 7912. Dihasankan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Ta’liq Musnad Ahmad No. 7912. Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: sanadnya jayyid. Lihat Fathul Bari, 13/84).

PENJAGA KEAMANAN YANG TIDAK TAAT KEPADA ALLAH.

Rasulullah SAW bersabda :

 

“Akan datang di akhir zaman adanya petugas keamanan yang di pagi hari di bawah kemurkaan Allah, dan sore harinya di bawah kebencian Allah. Hati-hatilah kamu menjadi bagian dari mereka.”

(HR. Ath Thabarani dalam Al Kabir No. 7616. Imam Al Munawi mengatakan: shahih. Lihat  At Taisir bi Syarh Al Jaami’ Ash Shaghiir, 2/192).

MEMBENCI ARAB.

Rasulullah SAW bersabda :

Wahai Salman. Janganlah kamu membenciku. Hal itu akan berdampak engkau akan terlepas dari Agamamu. Salaman bertanya ; Bagaimana aku membencimu. Pada hal kami mendapat Hidayah karena keberadaanmu?. Engkau membenci Arab maka kau telah membenciku.

(HR. At Tirmidzi No. 3927, katanya: hasan. Ahmad No. 23731, Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 6995, katanya: shahih. Sebagian ulama yg lain menilai hadits ini doif).

PENGUASA YANG SUFAHA

Rasulullah SAW bersabda :

 

Akan datang suatu masa kepada umat manusia, pemimpinnya adalah sufaha, lebih mengutamakan orang-orang jahat sebagai pembantunya namun mereka mencitrakannya sebagai orang -orang baik. Mereka selalu mengakhirkan sholat. Barang siapa yang mendapatkan zaman tersebut, janganlah mau menjadi mentrinya, polisinya, pemungut pajakanya dan bendaharanya

(Hadits Shohih menurut Ibnu Hibban. Dan Hasan menurut Al Albani )

Al-Qur’an menyebut 3 golongan manusia sebagai sufaha.  Sufaha asal artinya orang-orang yang kurang waras.

1. Orang-orang munafiqin (Albaqoroh ; 13)

2. Orang-orang yang menentang hukum Allah (yahudi) (Albaqoroh ; 142)

3. Orang yang tidak mampu mengelola keuangan pribadi (apa lagi negara) (An nisa ; 5)
ZINA DAN RIBA MERAJALELA

Rasulullah SAW bersabda :

 

Dari Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma,  bahwa Nabi SAW bersabda:

Jika zina dan riba sudah muncul di sebuah negeri maka mereka telah menghalalkan azab yang ditetapkan Allah

(HR. Al Baihaqi, Syu’abul Iman No. 5416. Al Hakim, Al Mustadrak No. 2261, kata Al Hakim: shahihul isnad. Syaikh Al Albani menshahihkan dalam Shahihul Jami’ No. 679).

JUMLAH ULAMA SEMAKIN SEDIKIT

Rasulullah SAW bersabda:

Sesungguhnya Allah tidaklah menghapuskan ilmu begitu saja dari manusia. Tapi dihapuskannya dengan mewafatkan ulama, sampai Ulama tidak tersisa. Manusia pun mengambil tokoh-tokoh bodoh, lalu mereka ditanya, dan berfatwa tanpa ilmu sehingga mereka sesat dan menyesatkan.
(HR. Al Bukhari)

 

KONDISI UMAT TIDAK BERKUALITAS.

Rasulullah SAW bersabda:

“Hampir-hampir bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang berada di mangkuk.” Seorang laki-laki berkata, “Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?” beliau menjawab: “Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut kepada kalian, dan akan menanamkan ke dalam hati kalian Al Wahn.” Seseorang lalu berkata, “Wahai Rasulullah, apa itu Al Wahn?” beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”

(HR. Abu Daud No. 3745. Syaikh Bin Baaz mengatakan: hasan. Lihat Majmu’ Al Fatawa, 5/106).

 

Harapan Itu Masih Ada

Betapa gambaran yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW diatas mirip dengan realita yang sedang dialami oleh Umat Islam saat ini.

Kendati demikian perasaan optimisme harus tetap terjaga dan menggelora karena  harapan itu masih ada, harpan akan kebangkitan Umat Islam tetap masih ada, selama masih ada kelompok yang baik atau pribadi yang sholih.

Para Ulama dan Umat bersatu dengan tekad bersama-sama berjuang dalam menegakkan Kalimatullah.

 

Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama! (QS. An Nisa: 71)

 

Para Pemuda Muslim siap untuk bangkit dan memiliki semangat bagai Pemuda As-Habul Kahfi.

 

Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.
(Qs. Al Kahfi: 13)

Umat Islam sadar bahwa dirinya harus meningkatkan taqwa-nya kepada Allah SWT dan berusaha untuk istiqomah dijalan taqwa itu.

Dari Tsauban Radhiallahu ‘Anhu , bahwa Rasulullah SAW bersabda:

 

“Ada segolongan (thaifah) umatku yang senantiasa di atas kebenaran, tidaklah memudharatkan mereka orang-orang yang memusuhi mereka, sampai Allah datangkan urusannya (kiamat), dan mereka tetap demikian.”

(HR. Muslim No. 1920, At Tirmidzi No. 2229, Ibnu Majah No. 6).

Ulama dan Umat memiliki keberanian menasihati Pemimpin yang dzalim.

Dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi SAW bersabda:

 

Sesungguhnya jihad yang paling agung adalah mengutarakan perkataan yang benar dihadapan pemimpin yang zalim.

(HR. At Tirmidzi No. 2329, katanya: hasan).

Mari kita renungkan Nasihat Imam Hasan Al Banna saat kita berada dalam situasi sulit

seperti saat ini :

 

“Agar kalian semua tahu dan menyadari betul, bahwa tidak ada tempat bersandar kecuali kepada Allah.

Dan agar jangan pernah kalian menanti dukungan dan kemenangan kepada seorangpun kecuali kepada Allah.

Oleh karenanya saudara sekalian, merengeklah kepada Allah dalam doa-doa kalian.

Dan bersungguh-sungguhlah dalam beramal !”

 

Sungguh nasihat yang begitu tepat bagi kaum Muslimin negri ini.
sumber : Diolah dari beberapa Tulisan

patriapurwakarta.com

Tersimpan di Religi Dengan label: ,
%d blogger menyukai ini: