Melacak Asal Usul Zionisme, Hingga Berdirinya Entitas Israel

Asal Usul Zionisme

gambar republika.co.id

Melacak Asal Usul Zionisme, Proses Penyebarannya Hingga Berdirinya Entitas Israel

Oleh : Muhammad Edgar Hamas

(Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar Kairo)

 

PENDAHULUAN

 

Setiap kalian wajib berjuang dan bekerja keras dalam perang dan diplomasi, hingga tiba saatnya berdiri imperium Israel Raya yang wilayahnya membentang dari Sungai Nil sampai Sungai Eufrat”

 

ungkap David Ben Gurion dalam pidatonya di depan mahasiswa Universitas Ibrani tahun 1950 masehi  (Muqbil, Ali Muhammad, DR. Aqliyyah Tausi’iyyah lil Yahud)

 

Kira-kira begitulah satu di antara sekian banyak keyakinan tidak berdasar yang didoktrin oleh pendiri Zionisme kepada bangsa Yahudi.

 

Zionisme memiliki akar sejarah yang panjang dan problematika yang benar-benar detail. Satu tulisan tidak akan cukup untuk mengupas betapa peliknya konstruksi pemikiran penggaung Zionisme dan kerangka ideologi yang dibangun para penggagasnya.

 

Dalam makalah ini, kita akan sama-sama melirik gambaran general tentang makna Zionisme; akar katanya dan definisi yang ada tentangnya.

 

Kemudian cara penyebarannya, berikut 24 protokol Zionis yang menjadi acuan visi dan misi Zionisme semenjak berdirinya hingga hari ini, lalu representasinya dalam agenda pendidikan, politik dan kerjasama.

 

Dan pada akhirnya, akan kita ungkap sebagian dari sifat-sifat Yahudi dalam Al Quran, sebagai pedoman kita untuk bersikap dengan tepat terhadap segala makar dan konspirasi Yahudi Internasional.

 

ZIONISME :  ASAL KATA DAN DEFINISINYA

 

Zionisme berasal dari kata ‘Zion‘, sebuah bukit yang berada di sebelah barat daya kota Al Quds.

 

Setiap tahun, bangsa Yahudi memiliki adat untuk berhaji menuju bukit Zion sebagai bagian dari ibadah tahunan mereka.  (Al Umari, Mansour Mu’adhah Sa’d. Al Irhab wa Ash Shuhyuniyah fi Filistin. Studi Magister 1427 H/2006 M Universitas Umm Al Qura, Makkah, Arab Saudi. Hal. 39)

 

Mereka meyakini bahwa Nabi Daud alaihissalam, utusan Allah yang dalam sejarah menjadi raja pada masa kejayaan Bani Israel, dikuburkan di kawasan bukit tersebut.

 

Lafaz  “Zion”  untuk pertama kalinya muncul dalam kitab Taurat, ketika menjelaskan tentang deskrpisi Raja Daud dan masa pemerintahannya selama 40 tahun bermula dari tahun 960-1000 SM.

 

Nabi Daud memimpin Bani Israil menguasi kota Ursalim (Yerusalem) dari bangsa Kan‘aan, kemudian menjadikannya ibukota Kerajaan Bani Israel.  Itulah untuk pertama kalinya Bani Israel bisa bersatu secara utuh.

( Al Khouli, Hasan Shabri. Siyasatu Al Isti’mar wa Ash Shuhyuniyah Tijah Filistin fi An Nishfi Al Awwal min Al Qarn Al ‘Isyrin. Kairo, Daar Al Maarif 1973 hal. 5 )

 

Bermula dari situ, “Zionisme” menjadi terma yang digunakan Nathan Bernbaum (Salah satu pendiri Zionisme bersama Theodor Hertzl), untuk menjadi gerakan masif yang bertujuan untuk mengumpulkan bangsa Yahudi di tanah Palestina.

 

Para penggagas Zionisme telah mengubah kepentingan agama ini menjadi kepentingan politik kotor, lalu mengubah simbol-simbol agama menjadi simbol duniawi dan pragmatisme. (Hai’ah Al Mausu’ah Al Filistiniyah. Al Mausuah Al Filistiniyah. Damaskus, Jilid 3, 1984 hal. 63)

 

Mengapa istilah Zionisme menjadi pilihan yang tepat untuk memuluskan rencana mereka?

Sebab-sebabnya adalah;

 

  1. Bangsa Yahudi ingin mengumpulkan dua golongan, baik dalam sisi agama maupun kebangsaan di bawah bendera Zionisme, yang bertujuan mengumpulkan mereka semua di tanah Palestina.
  2. Mengaitkan simbol-simbol keagamaan Yahudi dengan simbol politik, untuk menjelaskan pada bangsa Yahudi bahwa simbol politik itu bukanlah istilah-istilah yang kosong belaka, namun amat berkaitan dengan tujuan beragama bangsa Yahudi.

 

Dari dua motif inilah, maka penggagas Zionisme berusaha memunculkan dalam benak bangsa Yahudi, bahwa menjajah tanah Palestina adalah sebuah perkara wajib yang diperintahkan agama, dan tidak ada ruang untuk memperdebatkannya.

 

Sebagaimana jua direkam dalam kitab Talmud, setelah Bani Israel diusir dari Palestina oleh Raja Nebuchadnezar  tahun 586 SM (Nebuchadnezar, adalah seorang raja Imperium Babilonia (Irak modern saat ini) yang memiliki pasukan kuat untuk menyerang Al Quds dan mengeluarkan Yahudi darinya. Penyerangan Nebuchadnezar menandai berakhirnya kerajaan Yahudi yang dulu berjaya di masa Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, karena mereka melupakan Allah)

 

Di atas sungai Babil, disana kita duduk sembari mengingat Zion. Di atas hamparannya kita gantungkan mimpi kita untuk kembali.

 

 

PERINTIS GERAKAN ZIONISME INTERNASIONAL

 

1) Rabi Yahudi Zevi Hert Kalisher : Dilahirkan di Bologna Italia, dan menjadi seorang Rabi Yahudi selama 40 tahun masa hidupnya.

 

Dia terpengaruh dengan ideologi nasionalisme yang digadang bangsa Eropa di masa Enlightenment dan menyerukan bangsa Yahudi di Italia untuk mencari identitas nasionalisme mereka serta mengkaji tanah untuk membangun sebuah negara.

(Farhat, Fathimah Abdul Hamid. Tathawwur Qadhiyah Filistiniyah. Kairo. Hai’ah Ammah li Syu’un Mathabi’. 1981, hal. 49)

 

2) Rabi Yahudi Shlomo Al Kalai:  Pemimpin spiritual Yahudi. Tidak ada riwayat yang cocok untuk menjelaskan asal usulnya.

 

Pada tahun 1837, ia menulis sebuah buku berjudul, „Wahai Israel, Dengarkan Aku‟, yang menghembuskan sebuah pemikiran untuk membangun negara Yahudi di Palestina. Salah satu pernyataannya dalam buku itu,

 

“untuk membangun tanah jajahan bagi bangsa Yahudi di tanah suci untuk menunggu kedatangan juru selamat”

 

3) Moshe Heiss : Dilahirkan di kota Bonn Jerman. Ayahnya adalah seorang pedagang yang menjajakan dagangannya di kota Cologne. Ibu dan kakeknya adalah tokoh spiritual Yahudi di Jerman.

 

Pada tahun 1862, ia menulis buku berjudul “Roma dan Al Quds‟ dalam bahasa Jerman.

 

Buku itu menjelaskan urgensi Al Quds bagi bangsa Yahudi sangatlah penting, sebagaimana kedudukan Roma bagi warga Kristiani Internasional.

 

Tokoh Yahudi ini adalah satu penggagas terpenting ideologi Zionisme Internasional. Sebab karya tulisnya mempengaruhi kalangan intelektual Yahudi untuk merealisasikan tujuannya.

 

“Kita harus bersama-sama bekerja untuk membangun sebuah kolonial Yahudi di tanah Palestina, yang terbentang dari Suez sampai Al Quds, dan dari Yordania sampai laut mediterania” inilah di antara tulisan nya yang terkenal

 

Diantara langkah-langkah strategis yang mereka lakukan untuk mencapai realisasi visi kolonialisme atas Palestina adalah :

 

  • Mengajak untuk memulai proyek eksodus besar-besaran dengan mengiming-imingi bahwa bangsa Yahudi akan bertemu juru selamat mereka (Messiah) di tanah suci.
  • Memilih Palestina sebagai tanah air nasional bagi bangsa Yahudi sedunia, dan menuntut bangsa Yahudi untuk menjami tercapainya cita-cita itu.
  • Memalingkan perhatian dunia Internasional terhadap apa yang diyakini oleh Yahudi. Secara sederhana, menyamakan persepsi dunia bahwa Yahudi adalah bangsa tertindas dan merupakan hak mereka secara konsitiusi dan sejarah untuk memiliki Palestina.

 

4) Theodor Hertzl : adalah bapak spiritual dan tokoh inti dari gerakan Zionisme Internasional.

Dialah yang memiliki langkah strategis dan konspirasi paling detail tentang cara untuk menguasai Palestina dan membuka gerbang untuk masuknya eksodus bangsa Yahudi.

Beberapa hasil dari serbuan diplomasinya adalah :

 

Merusak administrasi Kekhalifahan Utsmani, dan menghembuskan isu bahwa Sultan Abdul Hamid II telah melakukan korupsi dan kecurangan dalam perpolitikannya.

  • Memasukkan imgran gelap Yahudi menuju Palestina lewat pelabuhan ilegal untuk merongrong keselamatan Sultan Abdul Hamid II.
  • Memasukkan konsul-konsul negeri asing ke kawasan Kekhalifahan Utsmani untuk menolong imigran gelap Yahudi agar mereka bisa leluasa masuk dan membangun pemukiman di Palestina.
  • Menciptakan sebuah paradigma pada bangsa Eropa, bahwa Yahudi telah menjadi bangsa tanpa tanah, dan harus kembali ke negeri asalnya yaitu Palestina.
  • Menciptakan kondisi memaksa bagi Kekhalifahan Utsmani yang saat itu sedang memiliki hutang yang banyak, untuk meminjam dana yang besar dari seorang Yahudi Inggris, Edmund Rotschild.

(Al Umari, Mansour Mu’adhah Sa’d. Al Irhab wa Ash Shuhyuniyah fi Filistin. Studi Magister 1427 H/2006 M Universitas Umm Al Qura, Makkah, Arab Saudi. Hal. 51)

 

PROSES PENYEBARAN IDEOLOGI ZIONISME

 

Ideologi Zionisme berkembang di saat yang sama dengan berkembangnya kolonialisme Eropa atas seluruh wilayah dunia. Dalam sejarah Eropa, kita mengenal sebuah masa bernama “Enlightenment”, atau abad pencerahan.

 

Dalam hal ini, Yahudi juga memiliki masa pencerahan versi mereka, yakni dalam rentang Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

 

Sebelum bernama Zionisme, berkembang istilah “diaspora”, yang dipekenalkan seorang sejarawan Rusia Simon Duvnov (1860-1941).

 

Dia berusaha untuk mencari akar permasalahan yang membuat Yahudi tersebar di berbagai belahan dunia dan mencari jawaban agar bangsa Yahudi bisa berdiri kembali sebagai satu bangsa yang bersatu di tanah yang sama.

(Al Masiri, Abdul Wahab bin Muhammad. Al Idilujiyah Ash Shuhyuniyah; Dirasat Halat fi Ilm Ijtima’ Al Ma’rifah. Silsilah Kutub Tsaqafiyah Syahriyah, Majlis Al Wathani li Ats Tsaqafah wa Al Funun wa Al Adab. Kuwait. 1978. Hal. 98.)

 

Devnov meyakini bahwa warisan kitab-kitab Yahudi memiliki clues yang mengabarkan kemana seharusnya yahudi berkumpul dan bagaimana caranya.

 

Hal ini terus dikaji oleh pemikir dan kalangan intelektual Yahudi di berbagai negara, sehingga memunculkan gerakan-gerakan untuk menjajah tanah Palestina.

 

Setelah kekalahan Khalifah Utsmani dalam Perang Dunia I, semakin terang harapan busuk bangsa Yahudi untuk menguasai Palestina secara utuh.

 

Zionisme saat itu telah menjadi ideologi dominan yang mempengaruhi gaya berfikir bangsa Yahudi. Theodor Hertzl dan Rabi Shlomo Al Kalai menjadi motor penggerak untuk mencapai visi Zionisme yang telah direncanakan pada Konferensi Zionisme Internasional di Basel, Swiss tahun 1897 yang merencanakan pendirian negara Yahudi di Palestina, dan menjadikan Al Quds sebagai ibukota abadi bangsa Yahudi.

 

Hertzl dengan buku sakunya “Der Judenstaat‟ (Negara Yahudi), berhasil memengaruhi bangsa Yahudi, sehingga makinlah luas dukungan untuk menjalankan visi besar Zionisme; untuk mencaplok kembali Palestina dengan bukit Zion sebagai simbol spiritualnya.11 .

(Suwaidan, Tariq, DR. Filistin; Tarikh Mushawwar. Daar Al Ibda’ wa Al Fikr, Kuwait. 1998. Hal 196

Setelah campur tangan Hertzl dan pemikirannya, Zionisme mulai berbenturan langsung dengan Kekhalifahan Utsmaniyah. Kaum Zionis sempat merasakan pesimisme dan berniat untuk mengganti Palestina dengan Argentina sebagai tanah air mereka.

 

Namun atas bantuan Inggris, akhirnya Zionis berhasil mencaplok Palestina pada tahun 1917, kemudian mendirikan negara Israel pada tahun 1948.

 

PROTOKOL ZIONISME INTERNASIONAL

 

Protocol of  Zions atau Protokolat Zionis merupakan salah satu dokumen paling kontroversial di dunia. Banyak yang menganggap Protokol merupakan sebuah dokumen palsu yang sengaja di buat-buat demi menguntungkan kelompok anti Semit, pandangan ini diwakili oleh kaum Zionis-Yahudi dan para pendukungnya.

 

Namun sebaliknya, banyak pula yang menganggap Protokolat Zionis ini sungguh-sungguh asli dan bisa dipercaya. Pandangan yang terakhir ini dianut oleh kebanyakan Dunia Islam dan sejumlah tokoh kemanusiaan di Barat.

 

Bahkan tokoh sekaliber Henry Ford pun masuk ke dalam kelompok ini.

(https://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/protocol-of-zions-lahir-di-rumah-rotschilds-tahun-1773.htm#.WKLLxTVGi00 )

 

Jika sekarang Protokolat Zionis yang dikenal hanya berjumlah 24 butir, maka Protokolat Zion yang berasal dari Rotshchild sesungguhnya berisi 25 pasal. Inilah pasal-pasalnya:

 

  1. Manusia itu lebih banyak cenderung pada kejahatan ketimbang kebaikan. Sebab itu, Konspirasi harus mewujudkan ‘hasrat alami‘ manusia ini. Hal ini akan diterapkan pada sistem pemerintahan dan kekuasaan. Bukankah pada masa dahulu manusia tunduk kepada penguasa tanpa pernah mengeluarkan kritik atau pembangkangan? Undang-undang hanyalah alat untuk membatasi rakyat, bukan untuk penguasa.
  2. Kebebasan politik sesungguhnya utopis. Walau begitu, Konspirasi harus mempropagandakan ini ke tengah rakyat. Jika hal itu sudah dimakan rakyat, maka rakyat akan mudah membuang segala hak dan fasilitas yang telah didapatinya dari penguasa guna memperjuangkan idealisme yang utopis itu. Saat itulah, konspirasi bisa merebut hak dan fasilitas mereka.
  3. Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya. Agama yang bisa menguasai rakyat pada masa dahulu, kini mulai digulung dengan kampanye kebebasan. Namun rakyat banyak tidak tahu harus melakukan apa dengan kebebasan itu. Inilah tugas konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan, dengan kekuatan uang.
  4. Demi tujuan, segala cara boleh dilakukan. Siapa pun yang ingin berkuasa, dia mestilah meraihnya dengan licik, pemerasan, dan pembalikkan opini. Keluhuran budi, etika, moral, dan sebagainya adalah keburukan dalam dunia politik.
  5. Kebenaran adalah kekuatan konspirasi. Dengan kekuatan, segala yang diinginkan akan terlaksana.
  6. Bagi kita yang hendak menaklukkan dunia secara finansial, kita harus tetap menjaga kerahasiaan. Suatu saat, kekuatan konspirasi akan mencapai tingkat di mana tidak ada kekuatan lain yang berani untuk menghalangi atau menghancurkannya. Setiap kecerobohan dari dalam, akan merusak program besar yang telah ditulis berabad-abad oleh para pendeta Yahudi.
  7. Simpati rakyat harus diambil agar mereka bisa dimanfaatkan untuk kepentingan konspirasi. Massa rakyat adalah buta dan mudah dipengaruhi. Penguasa tidak akan bisa menggiring rakyat kecuali ia berlaku sebagai diktator. Inilah satu-satunya jalan.
  8. Beberapa sarana untuk mencapai tujuan adalah: Minuman keras, narkotika, perusakan moral, seks, suap, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk menghancurkan norma-norma kesusilaan masyarakat. Untuk itu, Konspirasi harus merekrut dan mendidik tenaga-tenaga muda untuk dijadikan sarana pencapaian tujuan tersebut.
  9. Konspirasi akan menyalakan api peperangan secara terselubung. Bermain di kedua belah pihak. Sehingga Konspirasi akan memperoleh manfaat besar tetapi tetap aman dan efisien. Rakyat akan dilanda kecemasan yang mempermudah bagi konspirasi untuk menguasainya.
  10. Konspirasi sengaja memproduksi slogan agar menjadi ‗tuhan‘ bagi rakyat. Dengan slogan itu, pemerintahan aristokrasi keturunan yang tengah berkuasa di Perancis akan diruntuhkan. Setelah itu, Konspirasi akan membangun sebuah pemerintahan yang sesuai dengan Konspirasi.
  11. Perang yang dikobarkan konspirasi secara diam-diam harus menyeret negara tetangga agar mereka terjebak utang. Konspirasi akan memetik keuntungan dari kondisi ini.
  12. Pemerintahan bentukan Konspirasi harus diisi dengan orang-orang yang tunduk pada keinginan konspirasi. Tidak bisa lain.
  13. Dengan emas, konspirasi akan menguasai opini dunia. Satu orang Yahudi yang menjadi korban sama dengan seribu orang non-Yahudi (Gentiles/Ghoyim) sebagai balasannya.
  14. Setelah konspirasi berhasil merebut kekuasaan, maka pemerintahan baru yang dibentuk harus membasmi rezim lama yang dianggap bertanggungjawab atas terjadinya semua kekacauan ini. Hal tersebut akan menjadikan rakyat begitu percaya kepada konspirasi bahwa pemerintahan yang baru adalah pelindung dan pahlawan dimata mereka.
  15. Krisis ekonomi yang dibuat akan memberikan hak baru kepada konspirasi, yaitu hak pemilik modal dalam penentuan arah kekuasaan. Ini akan menjadi kekuasaan turunan.
  16. Penyusupan ke dalam jantung Freemason Eropa agar bisa mengefektifkan dan mengefisienkannya. Pembentukan Bluemasonry akan bisa dijadikan alat bagi konspirasi untuk memuluskan tujuannya.
  17. Konspirasi akan membakar semangat rakyat hingga ke tingkat histeria. Saat itu rakyat akan menghancurkan apa saja yang kita mau, termasuk hukum dan agama. Kita akan mudah menghapus nama Tuhan dan susila dari kehidupan.
  18. Perang jalanan harus ditimbulkan untuk membuat massa panik. Konspirasi akan mengambil keuntungan dari situasi itu.
  19. Konspirasi akan menciptakan diplomat-diplomatnya untuk berfungsi setelah perang usai. Mereka akan menjadi penasehat politik, ekonomi, dan keuangan bagi rezim baru dan juga di tingkat internasional. Dengan demikian, konspirasi bisa semakin menancapkan kukunya dari balik layar.
  20. Monopoli kegiatan perekonomian raksasa dengan dukungan modal yang dimiliki konspirasi adalah syarat utama untuk menundukkan dunia, hingga tidak ada satu kekutan non-Yahudi pun yang bisa menandinginya. Dengan demikian, kita bisa bebas memainkan krisis suatu negeri
  21.  Penguasaan kekayaan alam negeri-negeri non-Yahudi mutlak dilakukan.
  22. Meletuskan perang dan memberinya—menjual—senjata yang paling mematikan akan mempercepat penguasaan suatu negeri, yang tinggal dihuni oleh fakir miskin.
  23. Satu rezim terselubung akan muncul setelah konspirasi berhasil melaksanakan programnya.
  24. Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mereka sebagai budak-budak konspirasi dengan jalan penyebarluasan dekadensi moral dan paham yang menyesatkan.
  25. Konspirasi akan menyalah gunakan undang-undang yang ada pada suatu negara hingga negara tersebut hancur karenanya.

 

ZIONISME DARI SISI PENDIDIKAN, POLITIK DAN KERJASAMA INTERNASIONAL

 

Setelah sukses dengan konspirasi besarnya melumpuhkan Kekhalifahan Utsmani, para Zionis melanjutkan aksinya untuk memperkokoh cengkramannya di bumi Palestina.

 

Berbagai sudut kekuatan mereka kuasai; mulai dari politik, ekonomi, pendidikan, pembelokan sejarah, hingga militer. Diantara medan sumberdaya yang mereka kembangkan adalah :

 

a) PENDIDIKAN

 

Belum lama ini, Menteri Pendidikan Israel menyatakan restorasi pendidikan bagi bangsa Israel adalah sebuah keharusan. Jika mesti memilih antara ilmu matematika, sains, atau agama, maka bangsa Israel harus lebih mengutamakan agama terlebih dahulu sebelum ilmu yang lain.

 

Sebab unsur agamalah yang dipakai zionis untuk melancarkan agenda politiknya menguasai Palestina. Jika pemahaman agama telah hilang dari benak anak-anak muda Israel, maka visi dan misi Israel Raya akan tumbang sebelum cita-cita mereka tercapai. (Laman Tarikhuna Al Adzim, Senin 13 Februari 2017, pukul 20.30 CLT )

 

Pendidikan bagi Zionisme, memainkan peran yang sempurna. Ialah yang mempertahankan ideologi murni Zionisme. Tujuan mereka adalah menciptakan paradigma dalam fikiran semua bangsa Israel bahwa ide untuk kembali menuju tanah suci untuk membangun negara yahudi adalah ruh abadi milik bangsa Yahudi, dan menjadi solusi dari setiap permasalahan keyahudian, tulis DR Muhsin Muhammad Shalih.

(Shalih, Muhsin Muhammad, DR. Filistin; Dirasat Manhajiyah fil Qadhiyah Filistiniyah. 2002. Hal. 116 )

 

Ada empat sekolah khusus yang dibangun para penggaung Zionisme untuk mengkaderisasi pemikiran mereka. Diantaranya adalah;

 

Sekolah Zionisme Politik (Al Madrasah Ash Shuhyuniyah As Siyasiyah), dibangun oleg Theodor Hertzl sendiri yang berkurikulum penguasaan politik praktis baik dalam ranah nasional hingga internasional. Sekolah politik ini bertujuan untuk memposisikan Yahudi sebagai bangsa istimewa dengan hak-hak politik tiada batas.

 

Kedua adalah Sekolah Zionisme Sosialisme (Al Madrasah Ash Shuhyuniyah Al Isytirakiyah), yang bertujuan untuk membangun tatanan bangsa Yahudi berkemajuan, berperadaban dan lebih tinggi dari bangsa lainnya. Ideologi yang berkembang dalam sekolah ini adalah sosialisme Marxisme yang digagas oleh Ber Borochov (1881-1917) yang ingin merealisasikan teori Marxis di bumi Palestina.

 

Ketiga adalah Sekolah Zionisme Keagamaan (Al Madrasah Ash Shuhyuniyah Ad Diniyah), yang bertujuan untuk mendirikan kembali slogan-slogan keagamaan setelah menghilang dari hati umat Yahudi.

 

Sekolah ini memaksakan sebuah paradigma bahwa Zionisme adalah satu-satunya solusi untuk menegakkan agama Yahudi, walaupun sistemnya sekular dan cenderung atheis.

 

Namun ada yang menarik dari program pendidikan agama ini. Bangsa Yahudi terbagi dua; pendukung Zionisme yang menuhankan Zionisme, dan penentang Zionisme yang berusaha memurnikan ajaran Yahudi sesuai Taurat tanpa campurtangan Zionisme.

 

Keempat adalah Sekolah Zionisme Peradaban dan Wawasan (Al Madrasah Ash Shuhyuniyah Ats Tsaqafiyah) yang dalam kurikulumnya menekankan bahwa faktor penyebab kejatuhan Yahudi adalah hilangya rasa nasionalisme kebangsaan dan persatuan.

 

Dalam pelaksanaan pembelajarannya, sekolah ini berusaha mendoktrin anak-anak Yahudi untuk meyakini bahwa Palestina adalah tanah milik mereka dan pasti akan membuat mereka berjaya sepanjang masa. Penggagas sekolah ini adalah Aser Ginsberg (1856-1927).

 

b) POLITIK

 

Kaum Zionis mengumumkan entitas politiknya pada suatu sore di tanggal 4 Mei 1948, setelah mereka berhasil menjajah kurang lebih 207,70 km persegi, atau sekitar 77% dari wilayah Palestina.

 

Saat itu, jumlah penduduk Yahudi adalah 650 ribu jiwa. Jumlah ini terus bertambah hingga pada tahun 2000 saja telah mencapai 6.369.000 jiwa. (Central Bureau of statistics, Government of Israel, in: www.cbs.gov.il/yarhon/bl_e.htm, and www.cbs.gov.il/yahran/e2-e)

 

Sebagai entitas politik, kaum Zionis menamakan negaranya ‘Israel‘, yang dalam bahasa resminya ‘Medinat Yisroel‘, dengan aturan hukum negara mengikuti sistem demokrasi parlementer. Ibukota yang mereka klaim sejak tahun 1950 adalah Al Quds, bukan lagi Tel Aviv seperti yang dikemukakan banyak situs pengetahuan umum.

 

Adapun tentang Undang-undang Dasar (UUD), rakyat Yahudi yang bermukim di sana tidak memiliki hukum tetap yang mengatur mereka secara mutlak, dan itu berjalan hingga hari ini.

 

Bahkan dalam masalah batas negara, Israel tidak memiliki aturan yang jelas yang menjelaskan batas teritoriak negara kolonial tersebut. David ben Gurion pernah mengatakan, “Batas teritori Negara kita adalah batas akhir langkah kaki kita”.

 

Perkataannya yang licik itu berumber dari Taurat yang sudah dibubah yang berbunyi, “Setiap jengkal tanah yang dilalui oleh telapak kaki kalian, maka Akan Aku berikan pada kalian, seperti yang Aku janjikan pada Musa”.

(Muqbil, Ali Muhammad, DR. Aqliyyah Tausi’iyyah lil Yahud )

 

Kekuasaan terfokus pada tangan perdana menteri. Adapun presiden menjadi simbol negara sebagaimana banyak terjadi di negara yang menerapkan demokrasi parlementer.

 

Rakyat memiliki dewan perwakilan yang dinamakan dengan Knesset, yang terdiri dari 120 anggota, dan memiliki fungsi legislasi serta yudikasi sebagaimana parlemen pada umumnya.

 

Adapun dalam sistem kepartaian, Israel memiliki banyak sekali partai, pernah mencapai 25 partai peserta pemilu. Jika berdasarkan ideologi, partai-partai politik di Israel terbagi menjadi tiga; golongan liberalis, golongan komunis-sosialis dan agamis.(Khalifah, Ahmad. Al Ahzab As Siyasiyah Fi Dalil Israil Al Aam. Hal 126-129).

 

c) KERJASAMA INTERNASIONAL

 

Setelah entitas Israel berdiri, Yahudi meluaskan sayap politiknya dengan membangun beberapa kerjasama bilateral dan internasional, baik dengan negara kawasan maupun antar benua.

 

Kesemuanya kemudian menjadi jaringan lobi yang sangat ampuh untuk menggulingkan suara Umat Islam di panggung dunia. Sebab dengan kerjasama yang dijalin oleh Israel, banyak negara menaruh kesepakatan ekonomi hingga miiter, membuat mereka memiliki bargaining jika mesti menentukan dukungan terhadap permasalahan Palestina.

 

Diantara kerjasama yang dibangun oleh Israel adalah; kerjasama dengan Amerika Serikat. Jumlah Yahudi di Amerika berkisar antara 5.5 sampai 5.8 juta jiwa, yang mana mayoritas mereka adalah pendatang di abad XIX Masehi.

 

Yahudi memiliki lobi penting dalam kebijakan Amerika sebagaimana yang kita lihat hari ini. Lobi paling kentara yang dilancarkan Zionisme di Amerika adalah politik dan media.

 

Mereka dikenal sebagai mesin suara bagi siapapun yang mereka restui menjadi presiden Amerika. Dengan kekuatan politik mereka, 60% suara rakyat Amerika mereka kantongi dengan mudah.

 

Kedua, kerjasama antara Israel dan Rusia. Yahudi hanya berjumlah 0.7% dari seluruh jumlah penduduk Rusia, namun mereka memiliki koneksi penting yang menguasai segala sirkulasi keuangan dan ekonomi Rusia secara detail.

 

Sebagai contoh pula, revolusi Merah Bolsheviks yang dipimpin Lenin tahun 1917 tidak lepas dari saham pengusaha milyarder Yahudi ketika itu, yakni Jacob Zev, Felix Warbrough dan lainnya.

 

Pun ketika revolusi telah usai dan dibentuk badan perumus negara dengan 7 orang anggota, 4 diantaranya adalah Yahudi, yakni Trotsky, Kamenev, Socolenkov, dan Zenunev.

 

Ketiga, kerjasama dengan Pemerintah Inggris, yang kala itu adalah pemenang Perang Dunia II yang paling meneguk keuntungan. Lewat lobi politik yang dijalin antara Hertzl, Rotschild dan Balfour bahkan sebelum Israel berdiri, Inggris menjadi pemulus jalan bagi Zionisme untuk menguasai Palestina lewat jalur diplomasi.

 

Orang Yahudi di Inggris juga tidak memiliki presentasi yang tinggi, namun bank-bank negara dan insititusi peminjaman menjadi komoditi dagang yang dikuasai orang Yahudi Zionis.

 

Sedikit banyak, kerjasama yang dibangun oleh Zionis menjadi alat pemulus ketika Israel untuk kali pertama berdiri. Sebab tidak lama beberapa menit setelah Israel memproklamirkan negaranya, Amerika, Inggris dan Rusia menjadi negara-negara pertama yang mengakuinya.

 

 

YAHUDI DALAM PERSPEKTIF AL QURAN

 

Yahudi, adalah satu dari sekian banyak warta yang Allah wahyukan pada Rasulullah dengan porsi lebih banyak dari berita lainnya.

 

Fakta tersebut menjadi sebuah pelajaran bahwa Yahudi bukan semata-mata sebuah bangsa dengan segala perangkat peradabannya yang hidup sama dengan bangsa lain.

 

Namun, mereka mendapat sebuah laknat dan kebencian, sebab selama rentang sejarah berjalan, kaum Yahudi menjadi duri tajam yang menghitamkan setiap risalah kenabian.

 

Maka, diantara banyak sekali deskripsi Al Quran tentang Yahudi, akan kami sampaikan beberapa kilas tentang bagaimana kitab suci Umat Islam membahas tentang keonaran yang dibuat Yahudi, dan menjadi tabiat asli mereka hingga kini: (Rokhmat S. Labib, M.E,I. – Lajnah Ketua Tsaqafiyyah HTI. https://hizbut-tahrir.or.id/2009/01/29/sifat-dan-tabiat-yahudi-dalam-al-quran/)

 

1) Durhaka dan melampaui batas, serta membiarkan kemungkaran yang terjadi di antara mereka. Allah Swt berfirman:

 

Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.

(QS al-Maidah [5]: 78-79).

 

Dan makin durhaka sesudah al-Quran diturunkan. Allah Swt berfirman:

 

Dan Al Qur‘an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka

(QS al-Maidah [5]: 64).

 

2) Menjadikan kaum kafir sebagai pelindung dan penolong mereka.

 

Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik

(QS al-Maidah [5]: 80-81).

 

3) Permusuhan mereka yang amat besar terhadap Islam dan umatnya. Allah Swt berfirman:

 

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.

(QS al-Maidah [5]: 82).

 

4) Hati mereka keras laksana batu, bahkan lebih keras lagi. Di antara penyebabnya karena mereka melanggar perjanjian dengan Allah Swt. Allah Swt berfirman:

 

(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu (QS al-Maidah [5]: 13).

 

Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

 

5) Suka melanggar perjanjian yang mereka buat sendiri, termasuk perjanjian dengan Allah Swt dan rasul-rasul-Nya. Dan oleh karena itu mereka mendapat murka Allah dan berbagai hukuman-Nya. Allah Swt berfirman:

 

Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa: “Hai kaumku, bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Tuhanmu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?”

(QS Thaha [20]: 86).

Allah Swt berfirman:

 

Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: “Hati kami tertutup.” Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka batas

(QS al-Nisa‘ [4]: 855).

 

6) Mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh banyak nabi. Dan itu menyebabkan mereka senantiasa diliputi dengan kehinaan dan kerendahan di mana pun mereka berada. Allah Swt berfirman:

 

Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas

(QS Ali Imran [3]: 112).

Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: “Hati kami tertutup.” Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka

(QS al-Nisa‘ [4]: 855).

 

7) Banyak berbuat lancang terhadap Allah Swt, seperti menuduh Allah Swt miskin dan tangan-Nya terbelenggu. Allah Swt berfirman:

 

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya”, Kami akan mencatat perkataan mereka itu

(QS Ali Imran [3]: 181).

 

Allah Swt berfirman:

 

Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki

(QS al-Maidah [5]: 64).

 

8) Memalsukan kitab dengan tangannya, memalingkan dari maksud sebenarnya, dan menghilangkan sebagiannya. Allah Swt berfirman:

 

Allah Swt berfirman:

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan

(QS al-baqarah [2]: 79).

Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: “Kami mendengar”, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): “Dengarlah” sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa

(QS al-Nisa‘ [4]: 46).

 

Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya

(QS al-Maidah [5]: 13).

 

Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?

(QS al-baqarah [2]: 75).

 

9) Amat tamak terhadap dunia, bahkan melebihi orang Musyrik. Menginginkan umur yang panjang dan mengejar kesenangan serta takut akan kematian. Allah Swt berfirman:

Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa

(QS al-Baqarah [2]: 96).

 

10) Mengenal benar siapa Rasulullah saw, namun mereka menyembunyikan kebenaran. Allah Swt berfirman:

 

Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui

(QS al-Baqarah [2]: 146).

 

PENUTUP

 

Pembahasan tentang Zionisme adalah satu kewajiban kita sebagai aktivis yang telah memutuskan untuk berkecimpung dalam ranah dakwah, baik kultural maupun secara struktural, personal maupun secara organisasi.

 

Dakwah memiliki tabiat yang tidak bisa dipisahkan darinya, salah satunya adalah; mau tidak mau akan berhadapan dengan musuh. Sebab dakwah adalah satu cara untuk meminimalisir kebatilan, sehingga secara otomatis, akan terjadi clash yang tidak dapat dihindari dalam realitas lapangan.

 

Yahudi dan Zionisme –meminjam istilah Sir Arthur Conan Doyle dalam serial Sherlock Holmes- adalah “konsultan segala tindak kejahatan” di muka bumi ini.

 

Mereka telah menjadi sutradara banyak makar dan tipudaya, sehingga pengalaman berabad-abad itu menjadikan mereka tangguh merajai dunia. Hanya saja satu kelemahan mereka selama rentang sejarah; Islam dan Umat Islam.

 

Harapan kami, setelah mengatahui asal usul Zionisme, proses penyebaran hingga berdirinya entitas Israel, kita akan lebih leluasa untuk memetakan kekuatan musuh, sembari mengukur kapasitas umat kita secara lokal maupun global untuk memenangkan pertempuran ini, sebagaimana Rasulullah bersabda,

“Tak akan datang hari kiamat, hingga kaum Muslimin memerangi Yahudi.”

Apakah saat itu telah datang? Ya, telah datang dan terus berlanjut. Selamat berperan dalam benturan panjang ini.

 

Wallahu A‟lam.

 

Referensi Buku cetak dan pdf

1. Al Khouli, Hasan Shabri. Siyasatu Al Isti‟mar wa Ash Shuhyuniyah Tijah Filistin fi An Nishfi Al Awwal min Al Qarn Al „Isyrin. Kairo, Daar Al Maarif 1973
2. Al Masiri, Abdul Wahab bin Muhammad. Al Idilujiyah Ash Shuhyuniyah; Dirasat Halat fi Ilm Ijtima‟ Al Ma‟rifah. Silsilah Kutub Tsaqafiyah Syahriyah, Majlis Al Wathani li Ats Tsaqafah wa Al Funun wa Al Adab. Kuwait. 1978.
3. Al Umari, Mansour Mu’adhah Sa’d. Al Irhab wa Ash Shuhyuniyah fi Filistin. Studi Magister 1427 H/2006 M Universitas Umm Al Qura, Makkah, Arab Saudi
4. Farhat, Fathimah Abdul Hamid. Tathawwur Qadhiyah Filistiniyah. Kairo. Hai‘ah Ammah li Syu‘un Mathabi‘. 8988
5. Hai’ah Al Mausu’ah Al Filistiniyah. Al Mausuah Al Filistiniyah. Damaskus, Jilid 3, 1984
6. Khalifah, Ahmad. Al Ahzab As Siyasiyah Fi Dalil Israil Al Aam. Hal 126-129.
7. Muqbil, Ali Muhammad, DR. Aqliyyah Tausi‟iyyah lil Yahud.
8. Shalih, Muhsin Muhammad, DR. Filistin; Dirasat Manhajiyah fil Qadhiyah Filistiniyah. 2002. Hal. 116
9. Suwaidan, Tariq, DR. Filistin; Tarikh Mushawwar. Daar Al Ibda‘ wa Al Fikr, Kuwait. 1998

 

Referensi Situs Internet

1. Central Bureau of statistics, Government of Israel, in: www.cbs.gov.il/yarhon/bl_e.htm, and www.cbs.gov.il/yahran/e2-e (Selasa, 14 Februari 2017. Pukul 10.00)
2. https://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/protocol-of-zions-lahir-di-rumah-rotschilds-tahun-1773.htm#.WKLLxTVGi00 (Selasa, 14 Februari 2017. Pukul 11.03)
3. Laman Tarikhuna Al Adzim, Senin 13 Februari 2017, pukul 20.30 CLT
4. Rokhmat S. Labib, M.E,I. – Lajnah Ketua Tsaqafiyyah HTI. https://hizbut-tahrir.or.id/2009/01/29/sifat-dan-tabiat-yahudi-dalam-al-quran/ (Selasa, 14 Februari 2017. Pukul 14.00)

Tersimpan di Religi Dengan label:
%d blogger menyukai ini: