Idul Adha Adalah kisah keluarga teladan

idul adhaIdul Adha adalah Tentang Nabi Ibrahim

Idul adha adalah tentang Nabi Ibrahim. Seorang nabi yang selama bertahun-tahun tidak diberi keturunan.
Silahkan bertanya kepada pasangan suami istri yang tak kunjung punya momongan. Bagaimana rasanya, bagaimana sedihnya.

Saya yakin, rasa sakitnya tak terperikan.

Lantas, saat akhirnya diberi keturunan, tiba-tiba Allah meminta sang anak untuk disembelih.  Apa yang anda rasakan jika anda diminta menyembelih anak kesayangan anda? Apakah akan anda lakukan, atau anda akan menentangnya?

Jujur sajalah, Jangankan menyembelih anak. Jangankan menyerahkan anak kesayangan kepada Allah. Kita ini disuruh zakat saja berat.

Disuruh sedekah saja kebanyakan alasan, Disuruh meninggalkan riba yang jelas-jelas diperangi allah saja bisa melawan.
Kita bahkan berani kok bilang kalau enggak KPR mana bisa punya rumah, Kalau enggak leasing mana bisa beli mobil, Kalau enggak ngutang bank mana bisa bikin usaha.

Seolah-olah bank memiliki kekuasan yang lebih besar dari Tuhan yang menciptakan dan memiliki seluruh alam semesta ini.

Berbeda dengan Nabi Ibrahim, secinta apa pun dia kepada anaknya, tapi ketaatannya kepada Allah SWT tak tergantikan. Maka saat Allah SWT memintanya menyembelih Ismail, Nabi Ibrahim pun melakukannya.

Idul Adha adalah tentang Siti Hajar

Idul Adha adalah tentang Siti Hajar, Seorang istri yang diajak berjalan jauh di hamparan pasir gersang yang panasnya enggak ketulungan.

Setelah sampai di satu lembah mereka berhenti. Lalu suaminya berkata, kira kira begini :

Aku tinggalkan engkau di sini wahai istriku. Apa pun yang terjadi janganlah engkau meninggalkan lembah ini.

Kemudian suaminya pergi,  Tidak meninggalkan apa-apa, Tidak meninggalkan uang, atm, kartu kredit, mobil utangan, apalagi rumah kpr.

Siti Hajar bertanya kepada suaminya, Engkau mau kemana?

Pertanyaan itu dia ulang hingga tiga kali, tapi ia hanya mendapatkan sepi,  Suaminya diam seribu bahasa.

Baru saat sang istri bertanya: apakah ini perintah dari Allah?

Ibrahim menjawab : iya. Sesungguhnya Allah yang memerintahku

Taukah engkau apa jawaban bunda hajar?

Baiklah, jika ini perintah dari Allah, Pergilah suamiku, Jangan risaukan kami, Allah pasti akan mencukupi kebutuhan kami, Allah tidak akan menelantarkan hamba-Nya.

Kata-kata semacam itu tidak akan muncul dari mulut wanita yang tidak taat pada suami dan tak memiliki iman kepada Tuhan.

Sepeninggal Nabi Ibrahim banyak cobaan menimpa bunda hajar, Terutama saat Ismail menangis kehausan.

Hajar mencari-cari sumber mata air, tapi tak ada, Ia berlari-lari, berputar-putar mengelilingi lembah dengan napas yang tersengal, Tapi dia tidak menemukan mata air.
Ia ingin pergi keluar lembah, akan tetapi suami nya sudah berpesan: apa pun yang terjadi jangan pernah meninggalkan lembah ini
Dalam keadaan lelah, namun tetap memegang ketaatan pada perintah suami dan keyakinan bahwa Allah akan memelihara mereka, bunda hajar kembali menemui Ismail yang ia tinggal di gurun, Sampai di sana dia terkejut, Di depan ismail menyembur air dari balik pepasir, Air yang selalu memancar deras dan tak pernah kering bahkan setelah berabad-abad kemudian.
Mata air inilah yang sampai sekarang kita sebut air zamzam.
Alangkah mulianya ahlak siti hajar, Aklaknya sebagai istri, juga akhaknya sebagai hamba allah Hajar tidak protes begitu tahu suaminya melakukan sesuatu yang tampaknya keji itu karena ia diperintah Allah.

Hajar justru meyakinkan suaminya, bahwa Allah pasti akan melindungi dia dan ismail, Meski mereka mau mati karena kehausan, bunda hajar tidak meninggalkan lembah, Sebab dia patuh pada suaminya yang berpesan: apapun yang terjadi jangan meninggalkan lembah
Bandingkan dengan istri-istri jaman sekarang, Atau coba tanya pada diri anda sendiri.  Jika anda yang menjadi hajar, mungkinkah anda tetap di lembah melihat anak anda kehausan?
Mungkin anda akan keluar dari lembah untuk mencari pertolongan,  Atau sekalian ajak ismail untuk pergi dari lembah, Ngapain di situ wong gersang, gak ada air, gak ada makanan, sepi tak ada seorang pun, Tapi bunda hajar taat pada suaminya dan taqwa pada Tuhannya, Makanya dia patuh dan percaya.
Kemudian Allah abadikan ketaatan hajar,  Lari berkeliling 7 kali dalam syai bagi jamaah haji adalah monumen larinya siti hajar saat berlari-lari mencari air minum untuk ismail.
Siti Hajar adalah wanita hebat, istri yang taat, dan ibu berahlak mulia. Apa yang dia lakukan diabadikan oleh Allah, sehingga semua jamaah haji wajib berlari berputar 7 kali dengan rute yang sama yang pernah dilalui siti hajar.

 

Idul Adha adalah kisah tentang ismail

Idul Adha adalah kisah tentang ismail. Seorang anak yang ditinggal pergi bapaknya di tengah gurun selama bertahun-tahun.

Dan saat bertemu kembali, saat sedang asyik-asyiknya melepas rindu, tiba-tiba sang bapak bertanya: apakah aku boleh menyembelihmu?
Silahkan tanyakan itu pada anak-anak anda, Katakan pada anak anda, bahwa Allah meminta anda menyembelihnya.
Niscaya anda akan dianggap gila, Atau bisa jadi malah anda yang disembelih anak anda
tapi apa jawab Ismail?
Baiklah ayahanda, Kalau memang itu perintah dari Allah, maka lakukanlah, Niscya Allah akan mendapati kita sebagai orang-orang bertaqwa
Dan jawaban semacam itu, terlahir dari seorang anak belia, Anak yang diasuh oleh seorang ibu yang taat pada Tuhannya dan patuh kepada suaminya.
Lantas bagaimana dengan anak-anak yang ditinggal ibunya meninggalkan lembah,

Yang ditinggal ibunya bekerja seharian,

Yang ditinggal ibunya memburu karir,

Yang ditinggal ibunya merantau ke luar negeri,

Yang ditinggal ibunya lalu dititipkan kepada seorang pembantu
Ahlak semacam apa yang akan dimiliki anak-anak dengan ibu yang pergi meninggalkan lembah dan melampaui batasnya?

Dan hari itu, sepasang suami istri beserta anaknya yang taat pada Allah sedang diuji, Patuhkah mereka kepada Tuhannya?
Ternyata mereka patuh, Ibrahim taat, siti hajar pasrah, dan ismail rela, Ketiganya tidak melakukan pembelaan apa pun atas perintah dari Tuhannya.
Allah kemudian mengabadikan kisah heroik ini dalam idul adha
Idul adha adalah sebuah kisah yang sangat sakral,  Sebuah moment iman keluarga Ibrahim kepada Tuhannya.
Tentang ibrahim yang rela menyembelih anaknya demi imannya pada Allah
Tentang hajar yang taat pada perintah suami untuk tidak meningalkan lembah. 7 kali ia berlari mengelilingi lembah kemudian Allah jadikan salah satu rukun dalam ibadah haji
Tentang ismail yang rela disembelih ayahnya karena yakin bahwa perintah Allah pasti yang terbaik.

 

Idul Adha adalah kisah abadi tentang keluarga teladan, keluarga Bapak nya para Nabi

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *