8 Tips Menghadapi Anak Dalam Berbagai Situasi

8 Tips Menghadapi Anak Dalam Berbagai Situasi
8 Tips Menghadapi Anak Dalam Berbagai Situasi

Sebagai orang tua perlu rasa nya kita menguasai kiat Menghadapi Anak dalam berbagai situasi, sebab Seringkali kita di hadapkan pada situasi tidak menyenangkan saat harus Menghadapi Anak dalam kondisi rewel, marah, mengamuk, berebut mainan dll, dan biasanya kita orang tua ini cepat sekali mengambil kesimpulan dan menjustifikasi anak salah lalu mengambil tindakan yang pada akhirnya kita sesali.

Tips Menghadapi Anak Dalam Berbagai Situasi

 

contoh kasus satu

Seorang anak selalu greget alias mudah sekali tergoda saat melihat makanan atau minuman punya teman. Sehingga karena saking tergoda, seringkali ia mengambil makanan punya teman dengan spontan.

Guru-guru dan semua teman nya serempak melabeli nya dengan label “anak nakal”, gara-gara ulahnya yang sering merebut.

Saat di teliti, ternyata sang anak cukup kelebihan energi yang bersumber dari kelebihan gula darah. Pada akhirnya, ia butuh ruang untuk bergerak, butuh teman untuk berinteraksi dan butuh lingkungan untuk memenuhi kebutuhan diri nya.
Dengan alasan itulah dia merasa sangat akrab dengan siapapun sehingga mengambil makanan dengan spontan dari tangan temannya di anggap sebagai bentuk pertemanan.

Namun sayang, lingkungan sekolah tempat dirinya beraktivitas kurang deposito sabar untuk mencerna lebih dalam terhadap sikap nya.

 

contoh kasus dua

 

Seorang anak kelas 2 SD tampak sangat kesulitan saat harus menulis, usia kelas 2 SD memang masih merupakan usia pengembangan kreatifitas, Tetapi cukup menjadi kekhawatiran orang tuanya jika keterampilan menulis saja masih jauh tertinggal.

Dilihat dari sisi intelektual, anak tersebut sangat cerdas. Bahkan kegiatan-kegiatan belajar yang sifatnya dialogis, dia ikuti dengan sangat antusias di sertai argumen-argumen yang menakjubkan.

Namun giliran jarus mengoperasikan pensil di atas kertas, dirinya seolah tidak punya kekuatan. Bahkan lebih banyak memilih diam daripada harus menulis.

Setelah di komunikasikan dengan fihak orang tua dan dilihat riwayat tumbuh kembang, sang anak cerdas itu ternyata tidak melewati proses merangkak pada saat usia seharusnya. Sehingga hal ini menyebabkan salah satu bagian tulang belakangnya kurang sempurna. Dan kesulitan nya dalam menulis adalah salah satu akibatnya.

Masya Allah, Maha Suci Allah, memang butuh ilmu dan sikap bijak dalam menghadapi makhluk unik bernama anak. Tidak semua ketidakwajaran nya yang mengemuka adalah sebuah kesalahan di sengaja.

Azas Praduga Tak Bersalah dalam Menghadapi Anak

Butuh asas praduga tak bersalah dalam menghadapi keseharian mereka. Karena judgement adalah sesuatu yang menyakitkan, karena penghakiman adalah sesuatu yang bertolak belakang dengan keadilan, karena labelisasi negatif adalah sesuatunyang tidak manusiawi.

Dan hal yang seharusnya senantiasa kita yakini adalah bahwa generasi kita adalah makhluk mulia yang telah Allah persembahkan, Kita bisa taddaburi Al Qu’ran surat Al Isra : 70

“Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan, kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan”

 

8 Tips Menghadapi Anak dalam berbagai situasi

 

Ayah Bunda, yuk menjadi orang tua yang cerdas dalam menghadapi apapun kondisi anak kita.

Ayah Bunda bisa intip 8 Tips Menghadapi Anak berikut ini :

  1. Pahami dan sadari bahwa anak adalah karunia Allah, amanah yang harus di jaga dengan sebaik baiknya, sekuat kemampuan yang bisa kita lakukan.
  2. Pahami dan sadari bahwa cinta kita pada anak adalah wujud pengabdian kita pada Allah, sebagai tanggung jawab menyiapkan generasi pelanjut yang lebih baik dari kita.
  3. Pahami anak meledakkan amarah atau melakukan ketidakwajaran adalah tidak selalu salah.
  4. Selalu lakukan penyelidikan akan latar belakang kejadian, sehingga kita bisa menemukan sebuah kondisi sebab akibat.
  5. Pancing mereka agar mengungkapkan isi hati. Tentu saja hal ini membutuhkan waktu serta bahasa yang tepat.
  6. Selalu berikan pengalihan atas energinya yang berlebih, sehingga tak perlu mereka salurkan pada hal-hal negatif.
  7. Miliki cakarawala perjalanan tumbuh kembang anak beserta permasalahan nya, sehingga kita memiliki literatur atau wawasan pengasuhan / penyikapan yang tidak menyimpang.
  8. Yakinkan diri bahwa kita bisa meredakan atau menyelesaikan permasalahan yang ada, meski tidak bisa dengan cara pragmatis atau butuh waktu untuk sebuah proses perubahan.

Namun sebaliknya tak perlu juga kita berlebihan terlalu ber praduga tak bersalah saat mereka mengungkapkan ketakwajaran. Karena bisa jadi apa yang mereka lakuakn adalah sebuah bentuk mencari perhatian.

Bentuk cari perhatian inilah yang sangat dekat dengan manja, sangat dekat dengan fenomnena merajuk, sangat dekat dengan prosesi meminta dengan paksa, tentu kita juga punya kewajiban untuk meluruskan yang bengkok dan membenarkan yang salah.

Demikianlah  8 kiat menghadapi anak dalam berbagai situasi yang kami rangkum dari berbagai sumber.  semoga Ayah Bunda tercerahkan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *