Rumah Khidmat PKS adakan Kajian Spiritualitas

SpiritualitasRumah Khidmat PKS Bungursari mengadakan kajian keislaman, bertempat di rumah khidmat hari sabtu sore (15/10/16) PKS Bungursari mengadakan kajian keislaman dengan tema 4 Prinsip Penguat Spiritualitas, selain  untuk kader dan simpatisan kajian ini juga terbuka untuk umum.

Kegiatan ini rutin kita lakukan sekali dalam sebulan sebagai bentuk pelayanan kita kepada masyarakat, demikian di ungkapkan oleh sekretaris DPC, Bapak Sandra.

Kajian kali ini di pandu oleh Patria Riza dari bidang kaderisasi DPD PKS Purwakarta, dalam pemaparan nya di hadapan puluhan peserta yang memadati ruang pertemuan dan teras rumah khidmat, Patria menyampaikan tentang Spiritualitas yang dapat memperkuat maknawiyah atau spritualitas kader.

4 Prinsip Penguat Spiritualitas

Generasi Sahabat adalah genersi terbaik sepanjang sejarah perjalanan ummat, mereka adalah generasi yang di bina dan di tempa dengan kekuatan iman yang dalam, totalitas dalam upaya islamisasi kehidupan.  Tempaan iman yang menghasilkan pribadi pribadi tangguh dengan orientasi yang lurus, tunduk dan patuh hanya kepada Rabb-Nya.
Pribadi pribadi sholeh itu kemudian di ikat dengan dengan ikatan paling kuat, bahkan lebih kuat dari ikatan darah dan nasab, itulah ikatan ukhuwah. Ukhuwah adalah gambaran dari terikatnya hati dan nurani dengan ikatan akidah.
Di atas pilar iman dan ukhuwah inilah generasi itu hidup, mereka bergerak melewati ruang dan waktu, menghadapi setiap tantangan dengan gagah berani untuk menuntaskan tugas mulia mereka menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar.  Sebuah tugas besar yang tidak dapat di pikul orang orang dengan nurani ringkih.
4 prinsip berikut ini  dapat di gunakan sebagai sarana penguat spritualitas

 

Memiliki cita cita besar, Obsesi yang paling tinggi

Tidak ada obsesi yang lebih tinggi dari obsesi akan kebahagiaan kampung akherat, Sungguh orang yang hebat itu adalah orang yang obsesi nya melampaui kehidupan dunia nya, obsesi nya adalah kebahagiaan abadi di Surga.

Ingatlah kita hanya punya 1 hati, pastikan isi nya adalah obsesi akherat.
Obsesi tinggi inilah yang akan membuat dunia tampak kecil, lihatlah bagaimana seorang panglima islam berkata di hadapan penguasa dunia saat itu, Kaisar Rustum ketika ia bertanya untuk apa kalian kemari ? ia menjawab “Kami kemari untuk membebaskan manusia dari penghambaan kepada Manusia hingga penghambaan nya hanya kepada Allah saja”

 

Ikhlas pada setiap keadaan dan istiqomah di jalan keta’atan

Pernahkan kalian berjalan di atas pematang sawah ? pematang sawah yang di lalui cukup panjang, sesekali kaki tergelincir dan jatuh kesawah, membuat kaki kotor berlumpur, mungkin juga terjatuh hingga seluruh tubuh belepotan lumpur.
Meski begitu tidak berhenti dan berdian dalam kubangan, segera naik kembali ke pematang dan melanjutkan perjalanan dengan satu tekad kotoran ini akan kembali bersih, akan berusaha untuk membersihkan diri kembali. begitulah kira kira perumpamaan berjalan di atas jalan panjang perjuangan ini.
akan ada banyak tikungan dan potensi terpeleset, kita tidak mengeluh, menggerutu, saling menyalahkan dan mundur kebelakang, tapi kita harus tetap kembali ke jalur, terus berjalan sambil selalu berusaha memperbaiki diri.

 

Memiliki Perasaan selalu dekat dengan Allah

Selalu merasa dekat dengan Allah, senantiasa merasa dalam pengawasan dan penjagaan Allah adalah prinsip spritualitas yang kuat.  Simaklah misalnya kisah Nabi Musa dan pengikutnya yang di kejar oleh Fir’aun dan bala tentaranya.
Nabi Musa dan pengikutnya sampai pada satu titik di mana putus asa dan takut sudah mendera, di hadapan mereka terbentang lautan luas dan di belakang mereka Fir’aun dan bala tentaranya semakin dekat, kita pasti tertangkap, kita akan di bunuh dan lain lain perasaan berkecamuk di dada mereka. tapi Nabi Musa tetap tenang dan yakin akan pertolongan Allah.
Tidak, sekali kali tidak, Rabb ku pasti akan menolongku, begitulah keyakinan nya. Dan kita tahu akhir kisah itu, laut terbelah Nabi Musa dan pengikutnya selamat, Fir’aun dan bala tentaranya binasa.

 

Selalu Khusu’ dalam ibadah

khusu dalam ibadah adalah wujud ketundukan seorang hamba pada Rabb nya. kebiasaan khusu dalam ibadah ini akan membentuk ketahanan jiwa dan sensitifitas yang tinggi.

Demikianlah 4 prinsip spritualitas yang di sampaikan oleh Patria Riza pada kajian keislaman di rumah khidmat PKS Bungursari.

Tersimpan di Religi, Sisi Lain Dengan label:
%d blogger menyukai ini: